Advertisement
Pendidikan

Asosiasi Kebun Durian Nusantara Bersama KKD FBiPK Universitas Brawijaya Perkuat Tata Kelola Durian Nasional

Kelompok Kajian Durian (KKD) Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) bersama Asosiasi Kebun Durian Indonesia (AKDI) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan tata kelola hortikultura nasional.

TIMES Indonesia,
Asosiasi Kebun Durian Nusantara Bersama KKD FBiPK Universitas Brawijaya Perkuat Tata Kelola Durian Nasional
KKD FBiPK UB bersama AKDI berkunjung ke kebun durian Vigano Farm di Bogor. (FOTO: FBiPK for TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Kelompok Kajian Durian (KKD) Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) bersama Asosiasi Kebun Durian Indonesia (AKDI) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan tata kelola hortikultura nasional melalui kunjungan ke beberapa kebun durian di Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22-25 Mei 2026 di sejumlah sentra perkebunan durian, yaitu RB Farm (Subang), Vigano Farm, dan Gadog Farm (Bogor). 

Anggota tim KKD yang hadir di antaranya Prof.  Dr. Ir Didik Haryono, Adi Setyawan Ph.D, Arif Delviawan, Ph.D, Andi Kurniawan Ph.D, Dr. Nur Azizah, dan Dr. Yulia Fatah.

Advertisement

Ketua Departemen Budidaya Pertanian FBiPK, Dr.agr. Nunun Barunawati, S.P., M.P menyampaikan apresiasinya atas kegiatan kunjungan ini. Menurutnya, selain berkunjung, pihaknya juga berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama konkret antara perguruan tinggi dengan mitra industri, seperti magang dan penelitian mahasiswa. 

“Ini merupakan tindak lanjut dan komitmen Kelompok Kajian Durian Departemen Budidaya Pertanian untuk mewujudkan kerjasama konkrit perguruan tinggi dengan mitra secara nyata,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Kelompok Kajian Durian, Prof. Dr. Ir Didik Haryono menambahkan bahwa kegiatan ini dapat menjadi momentum strategis dalam membangun sinergi dunia akademik, dunia usaha, peneliti, dan petani untuk memperkuat sistem agribisnis durian nasional. 

KKD FBiPK Universitas Brawijaya

Kunjungan tersebut menekankan penerapan Good Agricultural Practices (GAP) di kebun durian. KKD FBiPK turut menyeleksi varietas durian unggulan Nusantara. Dalam hal ini, tim berusaha membedah permasalahan terkait pengelolaan kebun durian selama ini di lapangan. 

Advertisement

Prof. Didik menjelaskan, tiga kebun durian yang dikunjungi memiliki kualitas buah yang  berbeda-beda, dipengaruhi oleh jenis tanaman dan kondisi lingkungan. Selain itu, permasalahan yang paling dominan ditemukan meliputi kualitas bibit, proses pembungaan, hingga keseragaman mutu buah. Adapun varietas durian yang dibudidayakan antara lain jenis Bawor, Musang King, dan Black Thorn.

“Permasalahan yang ditemui dominan terkait kualitas bibit, proses pembungaan, hingga keseragaman mutu buah,” jelasnya. 

Selain itu, kegiatan ini juga untuk memenuhi undangan Ketua AKDI, Irjen Pol. (Purn.) Condro Kirono. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa langkah ini penting dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing durian Indonesia, baik di pasar domestik atau internasional. 

Ia pun menambahkan bahwa melalui teknik budidaya yang benar, maka proses produksi durian akan lebih efektif dan efisien. 

“Kita perlu menerapkan teknik budidaya yang benar melalui standar GAP yang tepat supaya dapat menembus pasar ekspor lebih luas,” pungkasnya. 

Di akhir rangkaian kegiatan, tim melakukan diskusi terkait tantangan pengembangan durian nasional, mulai dari manajemen kebun, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga strategi peningkatan kualitas buah. Diskusi ini dihadiri oleh seluruh elemen yakni BRIN, KKD FBiPK UB dan AKDI. 

Sementara itu, AKDI menyatakan komitmennya mendukung pembangunan sentra kebun bibit durian di lahan FBiPK UB. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan varietas durian nusantara sebagai brand durian unggulan yang mampu menembus pasar internasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia