UIN KHAS Jember Raih Opini WTP, Rektor: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Transparan
Predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan itu menjadi indikator bahwa pengelolaan anggaran di lingkungan UIN KHAS Jember.
BONDOWOSO – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam tata kelola keuangan. Kampus di bawah naungan Kementerian Agama tersebut berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025.
Predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan itu menjadi indikator bahwa pengelolaan anggaran di lingkungan UIN KHAS Jember dinilai telah memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, serta sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Rektor UIN KHAS Prof. Dr. Hepni Zein menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan meraih opini WTP merupakan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika dalam menjaga tata kelola keuangan yang baik.
"WTP ini menjadi bukti bahwa kita telah berkomitmen untuk mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel," ujar Prof Hepni, Rabu (3/6/2026).
Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan cerminan komitmen institusi dalam menjaga integritas dan profesionalisme dalam pengelolaan keuangan negara.
Piagam penghargaan atas capaian Opini WTP merupakan predikat tertinggi yang diberikan berdasarkan hasil audit laporan keuangan suatu lembaga.
Raihan tersebut menunjukkan bahwa UIN KHAS Jember mampu mengelola keuangan secara wajar, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Seluruh jajaran civitas akademika UINKHAS Jember berkomitmen penuh dalam menjaga integritas tata kelola keuangan negara secara bersih dan profesional," ucapnya.
Lebih lanjut, Prof Hepni mengajak seluruh civitas akademika untuk tidak cepat berpuas diri. Ia berharap capaian tersebut menjadi pemacu semangat dalam meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan di masa mendatang.
"WTP ini jangan hanya dimaknai penghargaan secara administratif, tetapi lebih kepada menjunjung tinggi budaya integritas, akuntabilitas, profesionalisme dan transparan," imbuh Prof Hepni. (D)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


