Yayasan PTK Adisucipto dan FP NTT Teken MoU, Dorong Peningkatan Mahasiswa UKWK Malang
Yayasan PTK Adisucipto Malang dan Forum Pemuda NTT menandatangani MoU untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda NTT sekaligus mendukung transformasi Universitas Katolik Widya Karya Malang.
MALANG – Yayasan Perguruan Tinggi Katolik (PTK) Adisucipto Malang menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FP NTT) sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda dari Indonesia Timur, khususnya NTT.
Kerja sama tersebut ditandatangani di Aula St. Thomas Aquinas, Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malan, Sabtu (6/6/2026). Bagi Yayasan PTK Adisucipto dan UKWK Malang, kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam meningkatkan jumlah mahasiswa sekaligus memperkuat kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ketua Yayasan PTK Adisucipto Malang, Regina Khaider, mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Forum Pemuda NTT saat kunjungan Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD.
Menurut Regina, keberadaan masyarakat NTT di Malang yang jumlahnya mencapai lebih dari 21 ribu orang menjadi potensi besar untuk bersama-sama membangun kembali kejayaan UKWK.
“Kami melihat Malang sebagai kota pendidikan yang secara geografis paling dekat dengan kawasan Indonesia Timur. Karena itu, kami berharap semakin banyak putra-putri NTT yang melanjutkan pendidikan di Universitas Katolik Widya Karya Malang,” ujarnya.

Saat ini, kata Regina, UKWK Malang tengah melakukan berbagai transformasi, mulai dari pembaruan metode pembelajaran, pengembangan kurikulum, digitalisasi sistem pendidikan, hingga pengenalan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Selain itu, kampus juga memperkuat kolaborasi dengan dunia industri agar lulusannya memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Pemuda NTT, Yohanes Hiba Ndale, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyebut MoU dengan UKWK menjadi langkah awal untuk membuka peluang lebih besar bagi generasi muda NTT yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Malang.
Menurutnya, UKWK telah menyiapkan sejumlah program studi yang relevan dengan kebutuhan saat ini, didukung sistem pembelajaran yang fleksibel dan berorientasi pada dunia kerja.
“Model pembelajaran yang diterapkan memungkinkan mahasiswa memperoleh kompetensi yang dibutuhkan industri. Bahkan ada pendekatan vokasional yang memberikan peluang lebih besar untuk langsung terserap di dunia kerja setelah lulus,” katanya.
Yohanes juga optimistis mahasiswa asal NTT akan tertarik menempuh pendidikan di UKWK karena kampus tersebut telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari tempat tinggal hingga sarana transportasi bagi mahasiswa dari luar daerah.
Hal senada disampaikan Sekretaris Wilayah FP NTT, Filmon Martin William Lay. Ia menilai kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTT melalui akses pendidikan yang lebih luas.
“Kerja sama ini sangat baik karena membuka peluang bagi masyarakat NTT untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan taraf pendidikan dan kualitas SDM ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD Forum Pemuda NTT Malang Raya, Philipus Oskar Api Oa, berharap kerja sama tersebut menjadi momentum kebangkitan UKWK sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki sejarah dan identitas kuat di Kota Malang.
Menurutnya, transformasi yang tengah dilakukan UKWK dapat menghadirkan harapan baru bagi masyarakat NTT yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dengan biaya dan fasilitas yang kompetitif.
Ia juga berharap UKWK terus mengembangkan program studi yang banyak diminati mahasiswa asal NTT, seperti Manajemen, Akuntansi, Hukum, Agribisnis, Teknik Sipil, Teknik Mesin, serta Teknologi Pangan.
“Ke depan kami berharap ada penambahan program studi yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja sehingga dapat menjawab kebutuhan generasi muda NTT,” katanya.
Kerja sama antara Yayasan PTK Adisucipto Malang dan Forum Pemuda NTT ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia Timur sekaligus mendukung transformasi yang sedang dijalankan Universitas Katolik Widya Karya Malang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

