UB dan Komdigi Targetkan Inovasi Teknologi AI Bagi Sekolah Rakyat dan Bansos
Merancang aplikasi berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung dua program besar pemerintah yaitu Sekolah Rakyat dan Bantuan Sosial (Bansos).
MALANG – Merancang aplikasi berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung dua program besar pemerintah yaitu Sekolah Rakyat dan Bantuan Sosial (Bansos) menjadi target utama dalam pelaksanaan Workshop 3 Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang dilaksanakan di Gedung Algoritma Filkom UB, Senin (8/6/2026).
Wakil Dekan Bidang Akademik FILKOM UB, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D menjelaskan bahwa kolaborasi strategis Universitas Brawijaya dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), serta beberapa kampus di Indonesia menyelesaikan dua kasus utama.
“Kami mencoba menyelesaikan dua kasus utama dalam program pemerintah kali ini, melalui pendekatan teknologi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa untuk memberikan solusi bagi Sekolah Rakyat, nantinya peserta workshop akan menyediakan fitur dalam memudahkan proses pembelajaran berbasis AI. Secara teknis, ia menjelaskan bahwa AI akan membantu meresume materi pembelajaran guru secara lengkap, membuat deck atau flash deck untuk materi pembelajaran, hingga membantu dalam membuat soal.
Tidak hanya berfokus pada guru, produk AI peserta juga dapat membantu menjelaskan kondisi emosi siswa melalui capaian pembelajarannya.
“Nanti AI dapat memprofiling siswa terkait bagaimana kondisi ekonominya juga capaian pembelajarannya,” tambahnya.
Pada hasil workshop kali ini, ia menargetkan produk tersebut digunakan di Sekolah Rakyat yang ada di Malang terlebih dahulu, menyesuaikan data dan model yang dikembangkan. Kedepan, Sabriansyah menargetkan inovasi ini dapat dikembangkan di level nasional.

Selanjutnya, untuk inovasi kedua terhadap program Bansos, Sabriansyah menambahkan bahwa nantinya teknologi AI akan membantu dalam pemetaan tingkat kemiskinan dan pemetaan bansos yang diberi oleh Pemerintah Jawa Timur.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Dr. Said Mirza Pahlevi, M.Eng menjelaskan bahwa program bansos berbasis AI ini sudah menjadi pembahasan di tingkat kementerian. Oleh karena itu, melalui AITF, inovasi ini dapat diangkat hingga level nasional.
“Ini sudah menjadi bahasan menteri, melalui AITF kita bisa mengangkat itu hingga level nasional, ini pertaruhan adik-adik mahasiswa,” ujarnya ketika sambutan.
Ia menekankan bahwa baik akademisi atau masyarakat perlu untuk memahami bagaimana pentingnya AI pada saat ini. Bahwa AI juga layak untuk memberikan solusi bersama bagi kehidupan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


