Advertisement
Pendidikan

Akademi Keperawatan Pelni Turun ke Posko Kemayoran, Dampingi Anak Korban Kebakaran Bangkit dari Trauma

Di tengah keterbatasan yang masih mereka hadapi, kegiatan Akper Pelni Jakarta menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali tersenyum dan berinteraksi dengan teman-teman sebaya.

TIMES Indonesia,
Akademi Keperawatan Pelni Turun ke Posko Kemayoran, Dampingi Anak Korban Kebakaran Bangkit dari Trauma
Mahasiswa dan dosen Akper Pelni berkunjung ke tenda pengungsian korban kebakaran Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Foto: Dokumen),
A-AA+

JAKARTA Tawa anak-anak kembali terdengar di tengah deretan tenda pengungsian korban kebakaran Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026). Di balik suasana yang masih menyisakan duka akibat musibah yang melanda kawasan tersebut, dosen dan mahasiswa Akademi Keperawatan Pelni Jakarta hadir membawa semangat baru bagi para penyintas, khususnya anak-anak yang terdampak.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Melangkah Bersama dalam Kepedulian, Mengulurkan Tangan dalam Kemanusiaan, Memulihkan Harapan, dan Menumbuhkan Kembali Semangat Kehidupan untuk Kemayoran”, sivitas akademika Akademi Keperawatan Pelni Jakarta berkolaborasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta memberikan dukungan psikososial dan edukasi kesehatan bagi warga yang masih berada di lokasi pengungsian.

Advertisement

Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan emosional para korban, terutama anak-anak yang rentan mengalami trauma setelah kehilangan rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Sejak pagi, area posko pengungsian berubah menjadi ruang bermain dan belajar yang penuh keceriaan. Anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif seperti mewarnai, menyusun puzzle, bernyanyi bersama, hingga mengikuti permainan kelompok yang dipandu langsung oleh dosen dan mahasiswa keperawatan.

Di tengah keterbatasan yang masih mereka hadapi, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali tersenyum dan berinteraksi dengan teman-teman sebaya.

Ketua pelaksana kegiatan, Elfira AR, mengatakan program tersebut dirancang sebagai bentuk dukungan psikososial bagi anak-anak korban kebakaran yang berpotensi mengalami tekanan emosional pascakejadian. Menurutnya, pengalaman kehilangan tempat tinggal dan melihat lingkungan sekitar terbakar dapat meninggalkan dampak psikologis yang tidak sederhana bagi anak-anak.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membantu mereka kembali merasakan kebahagiaan, mendapatkan dukungan emosional, dan memiliki semangat untuk bangkit setelah mengalami peristiwa yang berat,” ujarnya.

Advertisement

Ia menjelaskan bahwa pemulihan psikologis merupakan bagian penting dalam penanganan korban bencana. Karena itu, pendekatan yang digunakan tidak hanya berupa konseling atau edukasi formal, tetapi juga melalui permainan dan aktivitas kreatif yang sesuai dengan usia anak.

“Kami berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan agar mereka merasa aman dan nyaman. Dari situ proses pemulihan emosional bisa berjalan lebih baik,” katanya.

Selain memberikan pendampingan psikososial, tim Akademi Keperawatan Pelni Jakarta juga menghadirkan edukasi kesehatan yang relevan dengan kondisi pengungsian.

Materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri atau personal hygiene diberikan kepada anak-anak dan keluarga pengungsi. Edukasi tersebut dipandu oleh Putri Permata Sari yang menjelaskan berbagai langkah sederhana untuk menjaga kesehatan selama berada di lingkungan pengungsian.

Materi yang diberikan meliputi cara mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan gigi dan mulut, menjaga kebersihan tubuh, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah munculnya penyakit.

Menurut Putri, kondisi pengungsian memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi karena banyak orang tinggal dalam area yang relatif terbatas.
“Penerapan kebersihan diri menjadi sangat penting agar anak-anak tetap sehat dan terhindar dari penyakit yang sering muncul di lingkungan pengungsian,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Akademi Keperawatan Pelni Jakarta juga membagikan paket personal hygiene kepada anak-anak yang berada di posko pengungsian.

Paket tersebut berisi berbagai perlengkapan kebersihan pribadi yang dapat digunakan sehari-hari, mulai dari sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, hingga perlengkapan kebersihan lainnya.

Pembagian paket kebersihan tersebut mendapat sambutan positif dari para pengungsi yang mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan.

Tidak hanya dari warga, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari relawan serta jajaran Dinas Sosial DKI Jakarta yang selama ini mendampingi para korban kebakaran di lokasi pengungsian.
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah dinilai menjadi contoh sinergi yang efektif dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga mendapat dukungan penuh dari Direktur Akademi Keperawatan Pelni Jakarta, Sri Atun Wahyuningsih. Sebagai pimpinan institusi, ia turut berpartisipasi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan kemanusiaan tersebut sebagai wujud komitmen Akademi Keperawatan Pelni Jakarta dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.

Dia menegaskan bagi institusi pendidikan kesehatan, pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan medis atau pendidikan di ruang kelas, tetapi juga dengan hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Di tengah deretan tenda pengungsian Kemayoran, kehadiran para dosen dan mahasiswa itu mungkin tidak bisa menghapus seluruh luka akibat kebakaran. Namun setidaknya, mereka menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk kembali tertawa, belajar, dan menumbuhkan harapan baru.

Sebab dalam setiap proses pemulihan bencana, bantuan kemanusiaan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik. Lebih dari itu, ia adalah tentang mengembalikan rasa aman, memulihkan semangat, dan memastikan bahwa para penyintas tidak berjalan sendirian menghadapi masa depan mereka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia