Advertisement
Pendidikan

Melalui ICSDGs 2026, UB Perkuat Komitmen Wujudkan Kampus Net Zero Emission

Universitas Brawijaya semakin memperkuat komitmennya terhadap pencapaian SDGs melalui penyelenggaraan International ICSDGs 2026.

TIMES Indonesia,
Melalui ICSDGs 2026, UB Perkuat Komitmen Wujudkan Kampus Net Zero Emission
Pelaksanaan ICSDGs UB pada Kamis (11/6/2026). FOTO: Miranda/TIMES Indonesia
A-AA+
Para peserta ICSDGs yang hadir secara luring. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
Para peserta ICSDGs yang hadir secara luring. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

MALANG Universitas Brawijaya (UB) semakin memperkuat komitmennya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penyelenggaraan International Conference for Sustainable Development Goals (ICSDGs) 2026. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB, Kamis (11/6/2026).

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, menjelaskan bahwa konferensi tersebut menjadi wadah diseminasi hasil riset, inovasi, serta forum berbagi bersama para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan berbagai upaya mendukung pencapaian 17 tujuan SDGs.

Advertisement

“Para pemangku kepentingan akan mendiskusikan hasil riset mereka terkait kontribusi secara proaktif dan capaian dalam indikator SDGs,” ujarnya.

Prof. Imam menambahkan, kontribusi UB terhadap pencapaian SDGs terus mengalami peningkatan secara konsisten. Hal tersebut tercermin dari capaian universitas dalam berbagai pemeringkatan dunia yang berbasis keberlanjutan.

“Ini artinya program-program sivitas akademika, proses akademik, riset, inovasi, hingga community development memberikan kontribusi terhadap SDGs,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, S.TP., M.Si., Ph.D., mengatakan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi, UB telah menghasilkan banyak publikasi ilmiah yang berkaitan dengan SDGs. 

Ke depan, universitas akan terus meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap isu pembangunan berkelanjutan melalui riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, dan berbagai kegiatan lainnya.

Advertisement

“Lebih dari 6.000 paper yang dihasilkan sivitas akademika UB berkaitan dengan SDGs. Ke depan, kita akan terus meningkatkan hal ini,” ujarnya.

Hendrix juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini UB telah menjalankan program Green Campus untuk memperkuat pengelolaan kampus yang berkelanjutan. 

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi adalah membangun budaya kolektif di lingkungan sivitas akademika agar turut mendukung program tersebut.

UB, lanjutnya, menargetkan menjadi kampus dengan emisi karbon nol bersih atau net zero emission pada 2030. Untuk mendukung target tersebut, universitas secara rutin melakukan penghitungan emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas di lingkungan kampus.

“Kita menargetkan 2030 bisa net zero. Saat ini pun kita selalu menghitung produksi emisi di lingkungan kampus,” katanya.

Ketua SDGs UB, Novia Lusiana, S.TP., M.Si., Ph.D., menambahkan bahwa persentase pengurangan emisi karbon di UB terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni berkisar 5 hingga 10 persen.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program, antara lain pengurangan penggunaan kendaraan bermotor dan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di lingkungan kampus.

“Hasilnya dari tahun ke tahun emisi terus menurun. Kita harapkan pada 2030 bisa mencapai net zero emission,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana ICSDGs 2026, Fitri Hariana Oktaviani, S.S., S.E., M.Commun., Ph.D., menyebut konferensi tahun ini diikuti sekitar 240 peserta dari 15 negara. 

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Young Researchers Forum sebagai ruang bagi generasi muda untuk belajar sekaligus terlibat dalam isu pembangunan berkelanjutan.

“Antusiasme peserta sangat tinggi. Karena diselenggarakan secara luring dan daring, konferensi ini dapat diikuti oleh peserta dari berbagai negara,” jelasnya.

Melalui ICSDGs 2026, UB terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong pencapaian SDGs sekaligus mewujudkan kampus berkelanjutan menuju target net zero emission pada 2030. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia