Sekolah Sabilillah Malang Cetak 579 Wisudawan Al-Qur'an, Komitmen Kuatkan Dimensi Qurani
Sekolah Sabilillah Kota Malang meluluskan 579 peserta didiknya dalam Wisuda Pendidikan Al-Qur’an Sekolah Sabilillah 2026.
MALANG – Dalam upaya membentuk generasi yang memiliki karakter, intelektualitas, dan spiritualitas, Sekolah Sabilillah meluluskan 579 peserta didiknya dalam Wisuda Pendidikan Al-Qur’an Sekolah Sabilillah 2026, Kamis (11/6/2026) di Gedung Sport Center UIN Malang.
Sekretaris Direktur LPI Sabilillah Malang, Dr. Ali Afandi M.Pd menjelaskan dalam laporan akademiknya bahwa 579 peserta didik yang diwisuda berasal dari program Pendidikan Al-Qur’an berbagai jenjang pendidikan.
“Sebanyak 579 peserta didik lulus hari ini dari seluruh jenjang pendidikan berdasarkan hasil asesmen Al-Tashih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), sebanyak 105 peserta didik dinyatakan lulus dengan capaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Tartil Al-Qur’an Jilid 2 dan hafalan 15 surat pendek. Di tingkat sekolah dasar (SD), sebanyak 131 peserta didik berhasil mencapai SKL Tartil Al-Qur’an 30 juz dan hafalan Juz 30.
Sementara itu, pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebanyak 207 peserta didik lulus yang terdiri atas 86 peserta program Tartil Al-Qur’an, 110 peserta Program Terjemah Al-Qur’an dua juz, dan 11 peserta Program Tahfidz Al-Qur’an empat juz.
Dan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), sebanyak 136 peserta didik dinyatakan lulus, yang terdiri atas 55 peserta Program Tartil Al-Qur’an, 53 peserta Program Terjemah Al-Qur’an dua juz, dan 28 peserta Program Tahfidz Al-Qur’an empat juz.
Ia melanjutkan bahwa capaian ini adalah bukti Sekolah Sabilillah dalam membangun budaya literasi Al-Qur’an secara berkelanjutan.
“Proses pendidikan Al-Qur’an tidak hanya sekadar membaca, menterjemahkan, dan menghafal, tetapi bagaimana membangun budaya literasi Al-Qur’an secara berkelanjutan,” tambahnya.
Menurutnya, capaian ini adalah investasi strategis dalam menyiapkan generasi yang kuat ilmu, iman, dan akhlak dalam terwujudnya pemimpin peradaban dunia.
Sementra itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Sabilillah Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Rofi’uddin, M.Pd menyampaikan bahwa capaian peserta didik saat ini tidak lepas dari kesaksian doa dan cinta keluarga dalam mendukung anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an. Menurutnya, makna “Wisuda” saat ini adalah menyaksikan cahaya iman mulai tumbuh dalam diri anak-anak.
“Wisuda ini kan momen ya, menurut saya ini adalah momen para orang tua menyaksikan cahaya iman mulai tumbuh dalam diri anak-anak kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an memang disiapkan untuk menjadi fondasi hidup siswa Sekolah Sabilillah. Ia menekankan bahwa di masa depan, siswa bisa berprofesi apa saja, tetapi harus tetap fondasi berupa iman, adab, dan tanggung jawab.
Menurutnya, kecerdasan seseorang tanpa Al-Qur’an bisa menjadi tidak terkendali. Lanjutnya, prestasi tanpa disertai akhlak yang baik juga akan rapuh. Untuk itu, dirinya menegaskan bahwa ilmu yang disinari Al-Qur’an akan melahirkan generasi yang rendah hati dan bermanfaat bagi sekitar.
“Kecerdasan tanpa Al-Qur’an menjadi liar, prestasi tanpa akhlak menjadi sangat rapuh, sehingga ilmu yang disinari wahyu maka akan menciptakan manusia rendah hati dan bermanfaat,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan bagi orang tua untuk tidak sekadar memperhatikan nilai pelajaran anak saja, tetapi juga perhatikan adab dan akhlak baik yang telah dilakukan.
Terakhir, Prof. Ahmad menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an memerlukan penguatan di tiga jalur, yaitu bacaan, pemahaman, dan pengamalan. Bacaan dan hafalan, lanjutnya adalah kompetensi yang kuat. Sedangkan pengamalan adalah pesan spiritual yang dipahami dan didalami oleh siswa.
“Untuk pengamalan ini adalah budaya sekolah yang terus dilestarikan, seperti jujur, disiplin, dan santun. InsyaAllah Sekolah Sabilillah terus berupaya membentuk hal tersebut,” imbuhnya.
Ia juga berharap bagi siswa yang telah diwisuda dapat menjadi generasi yang cerdas, memiliki hati lembut, kuat imannya, dan santun dalam berbicara, serta memiliki ilmu yang luas dan bermanfaat.
“Semoga seluruh proses pendidikan yang telah dilaksanakan bisa menjadi amal soleh dan dapat menghadirkan generasi ulul albab yang beriman, beramal, dan berkemajuan,” pungkasnya. (D)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


