Advertisement
Pendidikan

Mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan Sabet Best Idea NSAC 2026, Ungguli Gagasan Kampus Besar

Mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan raih penghargaan Best Idea NSAC 2026 berkat riset integratif yang memadukan sains, Maqasid Syari’ah, dan teknologi, menyalip ide kampus-kampus besar.

TIMES Indonesia,
Mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan Sabet Best Idea NSAC 2026, Ungguli Gagasan Kampus Besar
Mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan usai menyabet Best Idea NSAC 2026 di UIN Syekh Wasil Kediri. (Foto: MAT for TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan mencuri perhatian dalam ajang National Scientific Article Competition (NSAC) 2026 setelah meraih penghargaan Best Idea atau ide penelitian terbaik. 

Capaian itu diraih di tengah persaingan dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Advertisement

Penghargaan tersebut diumumkan panitia NSAC 2026 yang diselenggarakan HMPS Tadris Ilmu Pengetahuan Alam UIN Syekh Wasil Kediri melalui surat resmi tertanggal 12 Juni 2026. 

Tim Bahtsul Fikr Al-Tarmasi dari Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan memperoleh total nilai 336 dan ditetapkan sebagai penerima kategori Best Idea.

Penghargaan ini menjadi sorotan karena tim mahasantri pesantren tersebut mampu menonjol di kategori gagasan riset, bahkan di tengah dominasi peserta dari kampus-kampus besar.

Mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan, Samsul Rozikin, mengatakan penghargaan itu diraih berkat pendekatan penelitian yang menggabungkan unsur sains, Maqasid Syari’ah, dan teknologi dalam satu konsep integratif.

“Alhamdulillah mendapat penghargaan Best Idea atau ide penelitian terbaik karena bisa memadukan antara sains, Maqasid Syari’ah, dan teknologi,” ujar Samsul kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Advertisement

Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi kekuatan utama timnya karena tidak hanya berangkat dari aspek ilmiah semata, melainkan juga mempertimbangkan nilai-nilai syariat Islam serta relevansinya dengan perkembangan teknologi.

Capaian itu, kata Samsul, terasa istimewa karena ide penelitian yang diusung mampu bersaing dengan peserta dari berbagai universitas besar di Indonesia.

“Alhamdulillah ide penelitian kami lebih unggul dari sejumlah kampus besar seperti Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, hingga UIN Jakarta,” katanya.

Dalam kompetisi tersebut, peserta dari Universitas Brawijaya meraih juara pertama dengan total nilai tertinggi. Posisi kedua ditempati Universitas Airlangga, sedangkan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya berada di peringkat ketiga.

Adapun penghargaan Best Idea diberikan secara khusus kepada Tim Bahtsul Fikr Al-Tarmasi atas konsep penelitian yang dinilai memiliki kekuatan gagasan dan pendekatan yang inovatif.

Sementara itu, Mudir Ma'had Aly At-Tarmasi Pacitan,  KH Luqman Harits Dimyathi mengaku bangga atas prestasi mahasantri tersebut.

Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa lingkungan pendidikan berbasis pesantren tidak hanya berfokus pada penguatan keagamaan, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan riset yang kompetitif di tingkat nasional melalui integrasi sains, nilai keislaman, dan teknologi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia