Wagub Emil Dardak di Pekan Riset Unira Malang, Dorong Riset Inovasi Berdampak
Wagub Jatim Emil Dardap di Pekan Riset UNIRA Malang sebut Jatim punya potensi besar, namun riset inovasi sering berhenti dan sulit dianggarkan. Rektor Imron Rosyadi: riset harus buat policy brief.
MALANG – Kuliah tamu Pekan Riset UNIRA Malang 2026 digelar Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, di Hall KH. Moh. Said, Sabtu (13/6/2026). Agenda ini menjadi forum penyelerasan visi pada hilirisasi hasil riset akademis terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Kuliah tamu ini, UNIRA Malang mengangkat tema "Integrative Wisdom: Bridging Academic Excellence with Social Innovation", dan menghadirkan pembicara utama dari latar belakang pemerintahan, kajian strategis, dan otoritas kampus. Yakni, Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., dan Assistant Professor of West Asia Studies Universitas Brawijaya Abdullah, S.Sos., M.Hub.Int.
Wagub Jatim Emil Dardak memaparkan berbagai potensi berikut keterbatasan yang ada di wilayah Jawa Timur. Ia menyebut, Jatim punya sumberdaya alam dan manusia sangat besar. Namun, Emil juga mengakui masih adanya angka stunting dan muncul masalah kemismikanan.

"Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang itu potensinya besar. Sumberdaya alam dan SDM-nya sangat banyak. Pembangunan masih belum merata semua, memang itu iya. Tantangan lainnya, juga masalah kesempatan yang adil," ungkap Emil Dardak, di Unira Malang, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, memecahkan tantangan permasalahan memang perlu dengan inovasi baik teknologi maupun sosial.
"Tetapi, hasil riset inovasi juga banyak yang berhenti. Tidak bisa serta merta diterapkan sebagai bagian dari pengembangan. Dalam penganggaran belanja terhadap hasil riset inovasi oleh pemerintah, juga tidak mudah pertanggungjawabannya. Terutama pada kebermanfaatan dan kebelanjutannya," demikian Emil Dardak.

Sementara Abdullah banyak mengupas bagaimana hasil riset maupun kepakaran ilmuan Indonesia, yang sangat dipercaya di luar negeri. Karena itu pula, pihaknya mendorong agar sivitas akademika dari kampus kecil pun, untuk tetap berani berani menunjukkan keunggulannya hingga luar negeri.
Rektor UNIRA Malang H. Imron Rosyadi Hamid, M.Si., Ph.D menyatakan, tidak sedikit didapati hasil-hasil riset yang akhirnya idle atau menganggur.
"Banyak hasil riset yang idle, menganggur gara-gara nggak menyentuh kebutuhan, jadi solusi nyata. Nah, ini kita dorong supaya berbagai topik riset itu harus diarahkan yang berdampak. Artinya, riset tidak sekadar menjadi dokumen akademik, tapi hasilnya itu memang menyentuh persoalan yang nyata dan dibutuhkan, dengan solusi tentunya, yang dihasilkan dari riset itu," tandas Imron Rosyadi.
Kalau melihat data di Indonesia, kata Rektor Imron, mayoritas hasil riset-riset itu nggak nyambung dengan kebutuhan fenemona di masyarakat.
Lebih lanjut, menurutnya hasil riset dapat dipakai sebagai solusi atau referensi untuk arah kebijakan dan pengembangannya. "Setidaknya kalau kita bicara arah riset itu memiliki peran untuk policy brief. Policy brief itu bisa mengubah kebijakan dari yang sudah, menjadi kebijakan baru yang lebih baik. Atau membuat kebijakan baru yang sama sekali baru," tutur Rektor.
Ditambahkan, policy brief ini sekarang menjadi tren.
"Riset-riset itu memang harus diarahkan ke sana, yang mampu mengubah kebijakan atau jadi bahan untuk memutuskan sebuah kebijakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah yang basisnya dari temuan riset itu," ungkap Gus Rektor.
Dari kegiatan Pekan Riset yang dilakukan Unira Malang saat ini, tujuan utamanya agar mampu menjawab tantangan nyata di tengah masyarakat dan dunia industri.
Dimana, sivitas akademika Unira Malang berkomitmen membangun jembatan kuat antara keunggulan akademik dan inovasi sosial, yang jelas berdampak langsung bagi publik.
"Jadi, ini kira-kira yang mau kita balik, supaya riset dihasilkan yang memang dibutuhkan masyarakat, dunia usaha, atau oleh pengambil kebijakan, gitu, dalam bentuk policy brief itu," ulang Rektor Imron.
Pekan Riset Unira Malang 2026 itu diisi juga Pameran Riset Unggulan, yang memamerkan hasil-hasil penelitian siap pakai untuk sektor industri dan kemasyarakatan.
Selain itu, digelar bazar UMKM dan Kewirausahaan. Sesi bazar ini mempertemukan pelaku UMKM di lingkungan sekitar kampus, dengan mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Kewirausahaan yang memamerkan produk-produk inovasi mereka. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


