Sebanyak 136 Siswa Damar Art Banyuwangi Jadikan UAS Sebagai Mini Show Seni Nusantara
Beragam pertunjukan tari dan musik tradisional dari berbagai daerah di Indonesia disajikan secara bergantian di hadapan orang tua, masyarakat, dan para penggiat seni yang hadir.
BANYUWANGI – Suasana Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sumber Beras, Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu (13/6/2026), dipenuhi semangat para pelaku seni muda.
Sebanyak 136 peserta didik Rumah Kreatif Damar Art Banyuwangi tampil dalam Ujian Akhir Semester (UAS) yang dikemas apik layaknya sebuah mini show bertema seni Nusantara.
Tak sekadar menjadi sarana evaluasi pembelajaran, UAS tersebut menjadi panggung bagi para siswa untuk menampilkan hasil belajar mereka selama satu semester.
Beragam pertunjukan tari dan musik tradisional dari berbagai daerah di Indonesia disajikan secara bergantian di hadapan orang tua, masyarakat, dan para penggiat seni yang hadir.

Pendiri sekaligus Ketua Rumah Kreatif Damar Art, Achzana Ilhamy, S.Sn., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari sistem pembelajaran yang diterapkan lembaganya.
Damar Art memiliki kurikulum terstruktur yang mengadopsi pola pendidikan formal di sekolah, lengkap dengan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).
"Hari ini kegiatannya adalah ujian akhir semester yang kami sebut PPTM, yaitu penilaian pembawaan, tari, dan musik. Di Damar Art kami memiliki kurikulum pembelajaran yang berbasis pendidikan seperti di sekolah," jelas Ilham, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, setiap tiga bulan peserta didik mengikuti evaluasi tengah semester, sedangkan setiap enam bulan dilakukan evaluasi akhir semester. Hasil dari proses pembelajaran tersebut kemudian ditampilkan dalam sebuah pertunjukan yang dapat dinikmati masyarakat.
Menuju Akad 2026, Damar Art Siapkan Generasi Pelestari Budaya
lham menyebut, mini show UAS ini juga menjadi tahap awal menuju pagelaran besar Damar Art bertajuk Akad 2026 yang akan digelar pada Oktober mendatang.
Berbagai karya yang ditampilkan dalam UAS akan menjadi embrio pertunjukan yang lebih besar pada agenda tahunan tersebut.

"Embrionya dari kegiatan UTS dan UAS inilah yang nanti akan kami tampilkan kembali di puncak acara besar Damar Art," ujar Suami Lista Dewi Ramadhaningrum itu.
Pada semester genap tahun ini, tema yang diangkat adalah Nusantara. Para siswa menampilkan beragam tari daerah dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Bali, Malang, Surabaya hingga Ponorogo.
Sementara pada kelas musik, peserta menyajikan iringan tari serta berbagai gending tradisional, termasuk gending-gending Banyuwangi yang terus digali dan diajarkan kepada generasi muda.
Melalui tema tersebut, Damar Art ingin memperluas wawasan peserta didik tentang kekayaan budaya Indonesia tanpa meninggalkan identitas lokal Bumi Blambangan.
"Semester ini pembelajarannya seluruh Nusantara, tidak hanya fokus Banyuwangi. Namun unsur Banyuwangi tetap ada, terutama pada materi musik dan iringan tari," bebernya.
Kurikulum Terukur untuk Mencetak Generasi Pecinta Budaya
Lebih lanjut, mahasiswa pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kampus Banyuwangi itu, menuturkan bahwa seluruh peserta didik yang aktif mengikuti kelas diwajibkan mengikuti ujian sesuai jenjangnya.
Mereka berasal dari berbagai kelompok usia yang dibagi ke dalam beberapa kelas dengan nama tokoh dan legenda Banyuwangi, seperti Kelas Lancer Kuning untuk usia PAUD, Kelas Sri Tanjung untuk tingkat SD hingga SMP, serta Kelas Sidopekso untuk SMA dan umum.
Setiap peserta didik memiliki target pembelajaran yang jelas. Dalam satu semester, mereka dituntut menuntaskan beberapa materi yang kemudian diuji melalui penampilan langsung di hadapan penguji dan penonton.
"Setiap tiga bulan anak-anak mendapat materi yang harus tuntas. Dalam satu semester mereka bisa menyelesaikan beberapa sajian materi, baik tari maupun musik, dan semuanya diuji melalui pertunjukan seperti ini," ungkapnya.
Melalui konsep pembelajaran yang terukur dan berbasis praktik, Rumah Kreatif Damar Art berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil berkesenian, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya Nusantara dan kearifan lokal Banyuwangi.
Damar Art, Murup! (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


