Advertisement
Pendidikan

Gebyar Prestasi Al-Qur'an, Yayasan Khadijah Wisuda 866 Santri Tahfidz dan Tartil

Yayasan Pendidikan Khadijah Surabaya mewisuda 866 siswa, yakni santri tartil sebanyak 363 siswa dan sisanya santri tahfidz.

TIMES Indonesia,
Gebyar Prestasi Al-Qur'an, Yayasan Khadijah Wisuda 866 Santri Tahfidz dan Tartil
Prosesi wisuda santri tartil dan tahfidz Yayasan Pendidikan Khadijah Surabaya, Minggu (14/6/2026).(Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
A-AA+

SURABAYA Yayasan Pendidikan Khadijah Surabaya menggelar Gebyar Prestasi Al Quran Siswa-Siswi TK, SD, SMP dan SMA Tahun Ajaran 2025-2026 di Grand Fullerton Ballroom Surabaya, Minggu (14/6/2026).

Tahun ini merupakan prosesi wisuda dengan jumlah peserta terbanyak yaitu 866 siswa. Mereka terbagi dalam dua kategori. Yakni santri tartil sebanyak 363 siswa dan sisanya santri tahfidz.

Advertisement

Ketua I Yayasan Khadijah Surabaya, Drs H Abdullah Sani mengatakan, baik santri tartil maupun tahfidz yang diwisuda adalah siswa yang telah mengikuti jenjang pendidikan baca Al-Qur'an hingga seleksi tingkat yayasan.

"Dari jumlah ini, sepertinya tartil kalau orang memandang bahwa itu sepele, tetapi di kami, untuk lulus tartil punya tahapan yang cukup kuat. Mulai dari munaqoshah hingga lulus ke yayasan," kata pria yang akrab disapa Kiai Sani ini.

"Alhamdulillah, sebagian di antaranya sudah punya syahadah untuk menjadi pengajar Al-Qur'an. Jadi, dan sudah punya sanad sebanyak 5 santri. Jadi, tidak banyak yang punya itu," sambungnya.

Selain tartil, Khadijah Surabaya juga mewisuda santri tahfidz mulai tingkat TK, SD, SMP, dan SMA kelas terakhir sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kiai Sani memahami bahwa kemampuan setiap santri berbeda.

"Kita semua mengapresiasi, tapi yang kita pakai kelas terakhir. Jadi, berapapun anak ketika dia kelas terakhir hafalannya kita apresiasi ikut Gebyar Prestasi Al Qur'an ini. Misal dia hafal 10 juz, ya sudah tetap ikut. Tapi misal baru kelas 10 dia hafal 12 juz belum kita ikutkan," jelasnya.

Advertisement

Kiai Sani berharap siswa yang telah diwisuda dapat menjaga dan merawat Al-Qur'an dengan sebaik-baiknya.

"Marilah kita semua menjadi keluarga Al-Qur'an karena ini firman Allah. Ngaji Al-Qur'an harus setiap hari dan tentu yang sudah hafal harus dipertahankan agar hafalannya tidak hilang," pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang hadir sebagai wali murid turut mengapresiasi pelaksanaan Gebyar Prestasi Al-Qur'an Khadijah Surabaya.

"Saya maturnuwun (terima kasih) mewakili wali murid seluruh wisudawan dan wisudawati karena dengan hal seperti ini, maka anak-anak kita dikuatkan dan dipagari oleh Al-Qur'an," ujar Wali Kota Eri.

Ia juga memuji Yayasan Khadijah Surabaya yang terus melahirkan generasi Islami berakhlak mulia. Karena, generasi seperti inilah yang kelak akan mewujudkan ketertiban dalam masyarakat.

"Karena dengan anak-anak seperti ini, Insya Allah tidak ada genk motor, tawuran, narkoba, tidak ada," ucap Eri yang keluarganya sebagian besar lukisan Khadijah Surabaya.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir jajaran Pengurus Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah, Direktur Bil Qolam Pusat, KH  Anas Basori, Ketua Umum Yayasan Khadijah Prof. Dr. H. Ridlwan Nasir MA dan KH Mas Sulaiman, beserta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut menyaksikan pemberian syahadah tahfidz dari yayasan kepada siswa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia