Advertisement
Pendidikan

Pemkab Solok Jadikan Hasil TKA 2026 Dasar Evaluasi dan Perbaikan Pendidikan

Pemkab Solok memanfaatkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 sebagai bahan evaluasi untuk menyusun program peningkatan mutu pendidikan yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.

TIMES Indonesia,
Pemkab Solok Jadikan Hasil TKA 2026 Dasar Evaluasi dan Perbaikan Pendidikan
Kadisdikpora Kabupaten Solok H. Elafki saat menyampaikan evaluasi hasil TKA 2026. (Foto: Dioni/TIMES Indonesia)
A-AA+

SOLOK Pemkab Solok, Sumatra Barat menempatkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 sebagai salah satu instrumen penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Data yang diperoleh dari pelaksanaan TKA akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menyusun kebijakan dan program pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, H. Elafki, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa hasil TKA tidak hanya dipandang sebagai kumpulan angka atau capaian akademik semata. Menurutnya, hasil tersebut merupakan gambaran nyata kondisi pendidikan sekaligus cerminan dari proses perbaikan yang terus dilakukan oleh pemerintah daerah.

Advertisement

."Hasil TKA ini menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi kami untuk menyusun program peningkatan mutu pendidikan yang lebih terarah dan tepat sasaran. Yang terpenting bukan hanya nilai yang diperoleh, tetapi bagaimana hasil tersebut mampu menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam dunia pendidikan," ujar Elafki, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, hasil TKA memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai capaian peserta didik sekaligus tantangan yang masih harus dihadapi. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah, guru, dan peserta didik.

Optimisme pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan juga didukung oleh capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Solok yang terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, IPM Kabupaten Solok mencapai 73,26 atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 72,29.

Pemkab Solok juga menggelar berbagai program penguatan literasi dan numerasi, peningkatan kompetensi guru, pemerataan layanan pendidikan, serta digitalisasi pembelajaran terus didorong guna menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata.

Elafki menegaskan, hasil TKA 2026 harus dipandang sebagai instrumen evaluasi untuk memperkuat kualitas pendidikan, bukan sekadar alat ukur keberhasilan semata. Menurutnya, kemajuan pendidikan membutuhkan proses yang berkelanjutan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Advertisement

"Bagi Kabupaten Solok, TKA bukan garis akhir, tetapi titik awal untuk melakukan perbaikan yang lebih terukur dan berkelanjutan. Karena kemajuan daerah pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang dipersiapkan melalui pendidikan hari ini," katanya.

Dengan semangat perbaikan dan kolaborasi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Solok optimistis kualitas pendidikan akan terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas di masa depan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Dioni Arvona
PenulisDioni ArvonaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2025. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia