Merawat Asa di Sekolah Rakyat Gresik, Jalan Anak Prasejahtera Menggapai Mimpi
Arka Nanta Juanito Bolu, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik, mengubah hidupnya lewat pendidikan gratis, pembinaan karakter, dan disiplin yang menumbuhkan cita-cita menjadi prajurit TNI.
GRESIK – Matahari bahkan belum sepenuhnya terbit. Namun, langkah kecil mulai terdengar di lingkungan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik di Kecamatan Sidayu.
Di antara 75 siswa yang tinggal di asrama tersebut, Arka Nanta Juanito Bolu sudah bersiap memulai aktivitas.
Selepas bangun, remaja asal Kecamatan Cerme itu tak langsung menuju ruang makan. Ia mengambil Alkitab, memanjatkan doa pagi, lalu membaca firman dengan khusyuk sebelum bergabung dengan teman-temannya untuk berolahraga ringan.
Rutinitas itu nyaris tak pernah ia lewatkan selama hampir setahun tinggal di Sekolah Rakyat.
Pukul enam pagi, seluruh siswa mengikuti apel, sarapan bersama, lalu memasuki kelas untuk belajar. Hari-hari mereka diisi pendidikan akademik, pembentukan karakter, hingga pengembangan keterampilan.
“Sekarang saya terbiasa disiplin. Bangun pagi, olahraga, belajar. Menjaga kebugaran itu penting,” ujar Arka.
Di balik rutinitas sederhana itu, tersimpan mimpi yang terus ia rawat. Ia ingin menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia. Mimpi itu tumbuh ketika ia mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat. “Ingin jadi tentara,” katanya.
Sebelumnya, Arka bahkan tidak pernah membayangkan bisa melanjutkan pendidikan dengan layak. Anak kelima dari lima bersaudara itu berasal dari keluarga prasejahtera. Ayahnya bekerja sebagai petugas keamanan, sementara sang ibu merupakan ibu rumah tangga.
Dengan segala keterbatasan yang dimiliki keluarganya, bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah atas saja sudah menjadi anugerah yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Namun hidupnya berubah ketika petugas Program Keluarga Harapan (PKH) datang ke rumah dan menawarkan kesempatan menjadi siswa Sekolah Rakyat.
Tanpa berpikir panjang, ia menerima. “Saya langsung mau. Ini anugerah Tuhan Yesus,” kenangnya.
Meski begitu, perjalanan beradaptasi tidak mudah. Tinggal di asrama dengan aturan yang disiplin membuatnya sempat ingin pulang.
Ia mengaku pernah merasa tidak betah. Tetapi setiap kali keinginan itu muncul, ia teringat kondisi keluarganya di rumah.
“Kalau ingin kabur, saya ingat orang tua di rumah. Sekarang saya bersyukur, semuanya gratis. Orang Jawa bilang tinggal ‘nggowo awak tok’, bawa badan saja,” katanya sambil tersenyum.
Perubahan perlahan terlihat. Tubuh Arka kini lebih sehat dan tegap, rasa percaya dirinya tumbuh, dan kepemimpinannya mulai terbentuk melalui kegiatan apel, Pramuka, hingga Paskibraka.
“Tak hanya tempat belajar, sekolah rakyat adalah hadiah dari tuhan,” ungkapnya.
Hadirkan Pendidikan Karakter dan Vokasi

Di balik perubahan itu, Kepala SRMA 37 Gresik, Rangga Pratama Wahyudiarta, mengatakan sekolah tidak hanya mengejar prestasi akademik. Menurutnya, tiga bulan pertama justru difokuskan untuk memulihkan kesehatan siswa.
Banyak anak datang dengan kondisi gizi yang kurang baik atau memiliki penyakit bawaan. Hampir setiap pekan mereka harus menjalani pemeriksaan di puskesmas.
“Kami ingin memastikan anak-anak sehat dulu. Sekarang mereka jauh lebih bugar dibanding saat pertama datang,” ujarnya.
Setelah kebutuhan dasar kesehatan dan gizi terpenuhi melalui makan tiga kali sehari dan dua kali makanan selingan, sekolah mulai mengejar ketertinggalan akademik.
“Pembelajaran vokasi tengah kami siapkan agar para siswa memiliki bekal keterampilan ketika lulus nanti,” ungkapnya.
Di sisi lain, pendidikan karakter menjadi fondasi utama. Pramuka dan Paskibraka diwajibkan sebagai sarana membangun disiplin dan kepemimpinan.
Sekolah juga menjaga keberagaman yang hidup di dalam asrama.
Siswa muslim mendapatkan pembinaan agama melalui guru mengaji, sementara tiga siswa nonmuslim diantar beribadah ke gereja setiap pekan dan mendapat pendampingan guru agama Kristen.
“Di sini bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang yang memberi kesempatan setara bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk bermimpi,” terangnya.
Dukungan Penuh Pemkab Gresik

Dukungan Pemerintah Kabupaten Gresik menjadi bagian penting dari perjalanan itu.
Selain menyediakan gedung sementara, pemerintah daerah juga melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah untuk mendukung operasional sekolah.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memfasilitasi pelatihan Paskibraka, Dinas Kesehatan memantau kondisi siswa secara berkala, sementara Dinas Sosial ikut memberikan pendampingan.
“Kami sangat didukung Pemkab Gresik dalam berbagai aspek sehingga pembinaan siswa bisa berjalan optimal,” kata Rangga.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.
Menurutnya, pengentasan kemiskinan tidak cukup dilakukan melalui bantuan sosial semata, tetapi harus diperkuat dengan akses pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Fokus kita tidak hanya bantuan sosial, tetapi juga pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.
Camat Sidayu Suwartono menambahkan kehadiran sekolah rakyat di wilayahnya memunculkan multiplier effect bagi masyarakat.
Sebagai kepanjangan tangan Bupati Gresik di wilayah Sidayu, pihaknya terus melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar penyelenggaraan berjalan optimal.
“Bahkan sudah ada kolaborasi yang unik antara Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Mriyunan dengan Sekolah Rakyat dalam penyediaan makanan bagi para siswa. Ini menjadi contoh kolaborasi yang baik antarprogram pemerintah,” ujar Suwartono.
Ia menambahkan, selain hal tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi permanen di Desa Raci Tengah juga memberi dampak ekonomi yang lebih luas.
"Kehadiran proyek pembangunan itu meningkatkan aktivitas usaha masyarakat, mulai dari penyediaan rumah kos, usaha makanan dan minuman milik UMKM, hingga berbagai layanan penunjang lainnya," ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


