Advertisement
Pendidikan

Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning Jadi Fokus Lokakarya MTsN 13 Tanah Datar

'Mengajar dengan cinta menciptakan ikatan emosional yang positif, sementara pembelajaran mendalam melatih siswa memahami makna materi, bukan sekadar menghafal'

TIMES Indonesia,
Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning Jadi Fokus Lokakarya MTsN 13 Tanah Datar
MTsN 13 Tanah Datar Gelar Lokakarya. (Foto: Dion/TIMES Indonesia)
A-AA+

TANAH DATAR Sebagai persiapan menyambut tahun ajaran baru, MTsN 13 Tanah Datar menggelar lokakarya peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan pada Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah ini mengangkat fokus utama penerapan kurikulum berbasis cinta dan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).

Advertisement

 Acara dibuka oleh Plt Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, Agustamam, S.Ag., yang mewakili Kepala Kantor Kemenag.

Ia menilai pendekatan tersebut sangat dibutuhkan agar pendidikan tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik.

“Mengajar dengan cinta menciptakan ikatan emosional yang positif, sementara pembelajaran mendalam melatih siswa memahami makna materi, bukan sekadar menghafal,” ujarnya.

Kepala MTsN 13 Tanah Datar, Muspiarman, S.Pd.I., menjelaskan bahwa konsep ini dipilih untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini.

“Kami ingin pembelajaran di madrasah ini menyentuh hati sekaligus mengasah akal. Guru dituntut menjadi pendidik yang mampu menumbuhkan minat belajar dan nilai kebaikan dalam diri setiap siswa,” tegasnya.

Advertisement

Turut hadir Ketua Komite Madrasah, Ismail, S.Pd., yang memberikan dukungan penuh terhadap program pengembangan kualitas tenaga pendidik.

Sesi materi dipandu oleh narasumber Drs. H. Hendri, M.Ed., Widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan Padang, yang memaparkan strategi praktis menerapkan kedua pendekatan tersebut dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Para peserta mengikuti jalannya kegiatan dengan antusias dan berdiskusi secara aktif.

Di akhir acara, diharapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal mewujudkan madrasah yang unggul, di mana setiap proses belajar mengajar selalu dilandasi kasih sayang dan pencarian makna yang mendalam,” pungkas Muspiarman. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Diona Arvoni
PenulisDiona ArvoniPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2025. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia