Mahasiswa UB Canangkan Pembangunan Wilayah 3T Berkelanjutan
Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) mencanangkan kerangka pengembangan pulau kecil berbasis energi terbarukan, teknologi pintar, dan keberlanjutan ekologi.
MALANG – Dalam menjawab pembangunan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) mencanangkan kerangka pengembangan pulau kecil berbasis energi terbarukan, teknologi pintar, dan keberlanjutan ekologi.
Tim mahasiswa tersebut terdiri dari Muhammad Pandu Pradana, Aina Salsabila, Fahmy Almaliki Dwi Aditya, Irsyad Annafi Nurhikmah, dan Muhammad Nashirulloh Aryanto. Mereka dibimbing oleh Eka Maulana, S.T., M.T., M.Eng. dan Cries Avian, S.T., M.T., Ph.D.
Melalui karya yang berjudul “KALAOTOA RISE: A Framework for The Development of A Resilient, Integrated, Smart, and Ecological Island on Kalaotoa Island, South Sulawesi”, ide ini diperuntukkan di wilayah Pulau Kalaotoa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Salah satu anggota tim, Aina Salsabila menjelaskan bahwa energi terbarukan yang digunakan adalah dengan memanfaatkan gelombang laut hingga angin.
“KALAOTOA RISE mengintegrasikan berbagai sumber energi terbarukan, seperti teknologi Oscillating Water Column (OWC) untuk memanfaatkan energi gelombang laut, kombinasi turbin angin HAWT–VAWT, serta teknologi Bio-Solar DSSC berbasis pigmen organik local,” ujarnya.
Lanjutnya, seluruh sumber energi tersebut dihubungkan dengan sistem microgrid yang dikelola menggunakan Smart Energy Management System (SEMS) berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT), untuk selanjutnya dikembangkan dan dilengkapi bank baterai LiFePO₄, konsep penyimpanan energi berbasis hidrogen, serta mekanisme community energy trading.
Aina juga menjelaskan bahwa target dampak strategis yang akan dicapai oleh timnya meliputi meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Pulau Kalaotoa, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar diesel, memperkuat konektivitas digital dan infrastruktur transportasi, serta meningkatkan kualitas layanan publik.
“Selain itu, konsep yang kami usung juga diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian ekosistem pesisir melalui pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan,” tambah Aina.
Aina dan timnya berharap konsep ini dapat diaplikasikan di wilayah terpencil lainnya di Indonesia. Sehingga, inovasi ini dapat berkontribusi terhadap upaya transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Inovasi ini berhasil mengantarkan tim mahasiswa FT UB meraih Juara 3 dalam ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universiti Putra Malaysia melalui Centre of Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM), Malaysia, yang berlangsung di Kuala Lumpur, (29/5 - 1/6/2026). (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


