Advertisement
Pendidikan

Viral Siswa Tak Lolos SPMB Meski Punya Prestasi, Dispendik Gresik Angkat Bicara

Dinas Pendidikan Gresik memberikan klarifikasi terkait video viral siswa berprestasi voli yang tidak lolos seleksi SPMB SMPN. Ini penjelasan kuota dan bobot nilai sertifikat.

TIMES Indonesia,
Viral Siswa Tak Lolos SPMB Meski Punya Prestasi, Dispendik Gresik Angkat Bicara
Dispendik Gresik saat memberikan keterangan pers ke media. (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)
A-AA+

GRESIK Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik akhirnya angkat bicara terkait informasi mengenai siswa yang tidak lolos Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri meski memiliki prestasi non-akademik.

Sebelumnya, sempat viral di media sosial TikTok bahwa seorang siswa sekolah dasar (SD) bernama Arga bersama adiknya, Anggita Maulidya, tidak lolos seleksi SPMB meski melampirkan sertifikat prestasi kejuaraan bola voli.

Advertisement

Kepala Dispendik Gresik, S. Hariyanto, menjelaskan bahwa Arga mengikuti seleksi melalui jalur prestasi non-akademik. Jalur ini menggunakan komposisi penilaian 60 persen nilai rapor dan 40 persen nilai prestasi.

Dari hasil penilaian tersebut, Arga memperoleh nilai akhir 56,85 dan menempati peringkat 67 dari 69 pendaftar. Sementara adiknya, Anggita Maulidya Putri, memperoleh nilai 63,45 dan berada di peringkat 47.

"Dari total 69 pendaftar, kuota yang tersedia hanya 14 siswa. Karena itu keduanya tidak masuk dalam daftar peserta yang diterima," jelas Hariyanto, Rabu (17/6/2026).

Menurut Hariyanto, rendahnya nilai prestasi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya karena prestasi yang diajukan merupakan kejuaraan beregu yang diselenggarakan oleh pihak non-pemerintah, sehingga bobot nilainya lebih rendah dibanding kompetisi resmi pemerintah.

Ia juga menegaskan bahwa proses verifikasi dan penilaian jalur prestasi telah melibatkan pihak ketiga yang memiliki kompetensi di bidangnya guna menjamin objektivitas serta transparansi.

Advertisement

"Kami sengaja melibatkan pihak yang berkompeten agar proses penilaian lebih objektif, adil, dan transparan," tegasnya.

Hariyanto mengakui pelaksanaan penerimaan murid baru setiap tahun selalu diwarnai berbagai dinamika dan keluhan masyarakat. Namun, ia memastikan sistem pendaftaran daring (online) tahun ini berjalan lancar tanpa kendala peladen (server).

"Semua data tersimpan dalam sistem dan dapat diakses. Ini bagian dari transparansi pemerintah daerah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Prestasi KONI Gresik, Dandik Suwandi, selaku tim verifikator prestasi non-akademik, menjelaskan bahwa sertifikat yang diunggah peserta memang memiliki nilai terbatas berdasarkan petunjuk teknis (juknis) SPMB.

Menurutnya, sertifikat yang diajukan tidak mencantumkan logo penyelenggara resmi karena kompetisi tersebut diselenggarakan oleh klub, bukan oleh instansi pemerintah maupun organisasi olahraga yang berjenjang.

"Sertifikat itu diselenggarakan oleh klub. Yang menguatkan hanya adanya tanda tangan pejabat. Jika tidak ada tanda tangan tersebut, sertifikat bahkan tidak bisa dinilai karena tidak memenuhi ketentuan dalam juknis," pungkas Dandik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Akmalul Azmi
PenulisAkmalul AzmiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia