UB Naik 64 Peringkat QS WUR 2027, Tertinggi PTNBH di Indonesia
Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan eksistensinya dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) 2027 dengan menempati posisi ke-616 dunia, melonjak 64 peringkat dari posisi ke-680 pada tahun sebelumnya.
MALANG – Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan eksistensinya dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) 2027 dengan menempati posisi ke-616 dunia, melonjak 64 peringkat dari posisi ke-680 pada tahun sebelumnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof. Imam Santoso menyampaikan bahwa hal ini sangat berarti bagi UB karena tidak semua Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) mengalami kenaikan dalam pemeringkatan ini.
“Dalam hal ini UB naik 64 peringkat, beberapa PTNBH ada yang naik, ada pula yang mengalami penurunan posisi,” jelasnya.
Menurutnya, capaian ini adalah hasil kerja keras dan konsistensi seluruh sivitas akademika dalam riset, inovasi, publikasi, dan membangun jejaring global. Prof. Imam berharap, prestasi ini dapat terus dipertahankan melalui jejaring dengan universitas dunia, kolaborasi profesor, dan peningkatan publikasi bersama (joint publication) di jurnal bereputasi tinggi.
“Semoga prestasi ini dapat dipertahankan melalui jejaring dengan universitas dunia dan langkah strategis lainnya,” harapnya.
Selain itu, naiknya peringkat juga diikuti oleh peningkatan skor keseluruhan UB dari 25,9 pada 2026 menjadi 28,0 pada 2027, atau bertambah sekitar 8,1 persen.
Dalam QS WUR 2027, UB berada di atas sekitar 59,1 persen universitas yang dipublikasikan, meningkat dari 54,9 persen pada tahun sebelumnya. Hal tersebut membuat posisi relatif UB juga semakin kuat.
QS juga mengevaluasi 8.808 institusi dari 106 lokasi pada edisi 2027, bertambah dari 8.467 institusi pada edisi sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.504 universitas dipublikasikan dalam QS World University Rankings 2027.
Pada indikator Reputation Academic, UB naik dari peringkat 404 dunia pada 2026 menjadi peringkat 367 dunia pada 2027, atau meningkat 37 posisi. Skor tersebut bertambah dari 30,1 menjadi 33,4.
sebesar 30 persen dalam metodologi QS, Academic Reputation merupakan indikator yang memberikan kontribusi terbesar terhadap skor UB. Pada edisi 2027, indikator ini menyumbang sekitar 34,3 persen dari total skor UB.
Hal tersebut menunjukkan semakin kuatnya pengakuan akademisi internasional atas kualitas akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kontribusi keilmuan Universitas Brawijaya.
Pada indikator Employer Reputation, UB berada di peringkat 223 dunia dengan skor 53,3. Indikator ini memberikan kontribusi sekitar 27,4 persen terhadap skor keseluruhan.
Sedangkan, indikator International Faculty, peringkat UB meningkat dari 531 menjadi 471 dunia, atau naik 60 posisi. Skornya meningkat tajam dari 35,9 menjadi 49,6.
Penguatan internasionalisasi ini juga diharapkan dapat mendorong publikasi bersama, pengembangan kurikulum internasional, pembimbingan mahasiswa, mobilitas akademik, serta pembentukan jejaring penelitian berkelanjutan.
Ketua UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan menyampaikan Indikator Faculty Student Ratio juga memperlihatkan perkembangan positif.
“Rasio dosen dan mahasiswa semakin baik, Peringkat UB meningkat dari kelompok 801+ menjadi peringkat 725 dunia, dengan skor yang naik dari 20,4 menjadi 25,2. Kondisi tersebut meningkatkan rasio dari 11,3 menjadi 13,2 dosen per 100 mahasiswa,” imbuhnya.
Menurutnya, rasio yang semakin baik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, pendampingan mahasiswa, pembimbingan tugas akhir, dan interaksi dosen–mahasiswa.
Pada indikator suistainbility, skor UB naik dari 53,3 menjadi 60,4, sedangkan peringkat global meningkat dari sekitar 636 menjadi 614 dunia. Pada QS WUR 2027, Sustainability menyumbang sekitar 10,3 persen terhadap skor total UB.
Sementara itu, dari segi publikasi bersih yang digunakan dalam perhitungan meningkat dari sekitar 8.443 menjadi 9.259 publikasi, atau bertambah hampir 10 persen. Tak hanya itu, jumlah sitasi tanpa sitasi mandiri juga meningkat dari sekitar 28.941 menjadi 37.981 sitasi, atau tumbuh lebih dari 31 persen, dan jumlah sitasi ternormalisasi naik dari sekitar 28.989 menjadi 38.355. Untuk Life Sciences and Medicine, jumlah publikasi meningkat dari 3.545 menjadi 4.177 artikel, sedangkan sitasinya bertambah dari 13.041 menjadi 18.009. Sitasi pada Engineering and Technology meningkat menjadi 15.296, sementara Social Sciences and Management mencatat 11.131 sitasi.
Pada indikator indikator Citations per Faculty, Skor UB berada pada angka 1,9 dan masih masuk kelompok peringkat 801+ dunia. Kemudian, Rasio sitasi ternormalisasi per dosen meningkat dari 5,5 menjadi 6,5, tetapi masih berada di bawah median global sebesar 59,9.
Hendrix menambahkan bahwa strategi ke depan harus diarahkan untuk publikasi jurnal bereputasi tinggi, riset kolaboratif internasional, pengembangan tema unggulan global, dan penguatan ekosistem peneliti berproduktivitas serta berdampak tinggi.
Lebih lanjut, indikator International Students masih berada dalam kelompok 801+ dunia dan belum mencapai median global sebesar 8,8 mahasiswa internasional per 100 mahasiswa, dengan total mahasiswa asing UB dari 57 negara.
Indikator International Research Network UB meningkat dari 29,7 menjadi 31,0, tetapi masih berada di bawah median global sebesar 41,0.
Terdapat indikator yang mengalami penurunan, yaitu Employment Outcomes dari peringkat 567 menjadi 690 dunia. Skornya turun dari 29,1 menjadi 24,0. Tingkat pekerjaan lulusan yang tercatat dalam fact file 2027 adalah 94,1 persen, berdasarkan survei yang dilakukan 12–15 bulan setelah kelulusan.
UB berada pada posisi sekitar peringkat kedelapan di Indonesia dalam QS WUR 2027 dan lebih dekat peringkat 500 dunia. Kedepan, UB akan meningkatkan penguatan dampak penelitian dan sitasi, perluasan jejaring riset internasional, peningkatan mahasiswa asing, diversifikasi negara mitra, serta penguatan keterlacakan karier dan kontribusi alumni. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


