Unipdu Jombang Gelar International Guest Lecture, Hadirkan Akademisi dari Finlandia, Filipina, dan Malaysia
Unipdu Jombang menggelar International Guest Lecture dengan menghadirkan akademisi dari Finlandia, Filipina, dan Malaysia untuk mempercepat internasionalisasi kampus.
JOMBANG – Upaya memperluas jejaring internasional terus dilakukan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum atau Unipdu Jombang. Kali ini, ratusan mahasiswa kampus yang berada di Peterongan, Kabupaten Jombang itu mengikuti kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan akademisi dari tiga negara, yakni Finlandia, Filipina, dan Malaysia, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UNIPDU itu menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus sekaligus membuka wawasan global mahasiswa tentang sistem pendidikan, budaya, hingga peluang studi di luar negeri.
Direktur Pusat Studi Bahasa dan Kantor Internasional Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Dr. Afifah Samsun Zulfikar, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama UNIPDU dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dalam pengembangan jejaring internasional perguruan tinggi.
Menurut Afifah, kerja sama tersebut membuka banyak peluang bagi UNIPDU untuk memperkuat koneksi dengan kampus-kampus luar negeri serta mempercepat proses internasionalisasi institusi.
“Ini merupakan tindak lanjut kerja sama UNIPDU dengan ITS. Dari sana kami mendapatkan banyak masukan terkait pengembangan relasi dengan universitas luar negeri dan bagaimana membangun jejaring internasional yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, ITS juga berperan penting dalam menghubungkan UNIPDU dengan para akademisi asing yang sebelumnya menjadi mitra dalam berbagai program internasional.
Tak hanya memperkenalkan sistem pendidikan global, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendorong mahasiswa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja maupun pendidikan internasional.
“Saya sangat concern terhadap kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Harapannya mereka bisa lebih siap meraih peluang studi lanjut, beasiswa, maupun pengalaman internasional di masa depan,” kata Afifah.
Dalam sesi kuliah tamu, para narasumber membagikan berbagai pengalaman terkait sistem pendidikan, budaya akademik, hingga peluang beasiswa dan pertukaran pelajar yang bisa diakses mahasiswa Indonesia.
Salah satu topik yang paling menarik perhatian peserta adalah sistem pendidikan di Finland yang dikenal sebagai salah satu terbaik di dunia.
Afifah menjelaskan bahwa Finlandia memiliki sistem pendidikan gratis dengan penghormatan yang sangat tinggi terhadap profesi guru. Selain itu, masyarakat Finlandia juga terbiasa menguasai tiga bahasa sekaligus.
“Mereka menggunakan dua bahasa lokal, yakni Finnish dan Swedish, ditambah bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Ini menjadi salah satu keunggulan yang sangat menarik untuk dipelajari,” jelasnya.
Sementara itu, koordinator program internasional dari ITS, Faiko Agustin, menyebut kegiatan tersebut menghadirkan akademisi dari Novia University of Applied Sciences, Davao del Sur State College, dan Universiti Teknologi MARA.
Menurutnya, program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman internasional langsung ke dalam kampus, terutama bagi mahasiswa yang belum memiliki kesempatan untuk belajar atau berkunjung ke luar negeri.
“Kesempatan mahasiswa Indonesia untuk ke luar negeri masih terbatas. Karena itu, kami mencoba membawa suasana internasional ke kampus agar mahasiswa tetap bisa berinteraksi langsung dengan akademisi asing,” ujarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


