Advertisement
Pendidikan

Wisuda ke-120 Unesa: Rektor Titip Tiga Pesan Penting Hadapi Disrupsi Teknologi

Rektor Unesa Prof Nurhasan sampaikan tiga pesan penting tentang disrupsi teknologi kepada 1.503 lulusan dalam Wisuda ke-120 Unesa di Surabaya.

TIMES Indonesia,
Wisuda ke-120 Unesa: Rektor Titip Tiga Pesan Penting Hadapi Disrupsi Teknologi
Rektor Unesa, Nurhasan saat menyampaikan pesan dihadapan para wisudawan. (FOTO: Humas Unesa)
A-AA+

SURABAYA Sebanyak 1.503 wisudawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi dikukuhkan dalam gelaran Wisuda Jenjang Sarjana Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor ke-120 di Graha Unesa, Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, Kamis (25/6/2026).

Dalam wisuda yang mengusung tema “Wisudawan Unesa Unggul, Adaptif, dan Berdaya Saing Global dalam Era Transformasi Digital menuju Indonesia Maju" ini, Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., mengingatkan para lulusan untuk memahami pergerakan perubahan yang begitu cepat.

Advertisement

"Disrupsi teknologi menuntut para lulusan untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, dan beradaptasi dengan tuntutan dan kebutuhan dunia, termasuk dalam konteks dunia kerja," ujarnya.

Untuk itu, Cak Hasan, sapaan lekat rektor, memberikan tiga pesan penting bagi para wisudawan. Pertama, menjadi pribadi yang unggul dan tangguh. Unggul tidak hanya dari aspek akademik yang diukur melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), melainkan juga sikap dan mentalitas. Sebab, perubahan zaman tidak sekadar menuntut tingkatan ijazah, tetapi sikap dan pola pikir lulusan dalam menyikapi perubahan.

“Tangguh itu tidak mudah menyerah, terus belajar dan berproses. Tidak mudah putus asa menghadapi tantangan maupun kegagalan. Jadikan suatu proses untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih berkompeten, berintegritas, dan bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Kedua, menjadi pembelajar yang adaptif. Dunia masyarakat dan pekerjaan terus bergerak dinamis. Lulusan harus mampu mengembangkan apa yang dipelajari selama kuliah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat agar tidak tergerus perubahan.

“Wisuda adalah tanda berakhirnya masa dan tuntutan studi, bukan tanda berakhirnya proses belajar. Justru setelah wisuda, proses belajar harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan,” ucap Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) tersebut.

Advertisement

Ketiga, menguasai kompetensi global dengan tetap mengakar pada karakter dan nilai luhur bangsa. Cak Hasan percaya, melalui serangkaian proses perkuliahan yang telah dilalui, lulusan Unesa memiliki kemampuan untuk berkarya dan bersaing di kancah dunia dengan tetap menjunjung tinggi identitas bangsa Indonesia.

“Tunjukkan kepada dunia bahwa lulusan Unesa tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga tangguh, adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat bahkan dunia,” pesan Cak Hasan.

Senada dengan hal itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof. Dr. Madlazim, M.Si., menuturkan bahwa dengan bekal yang didapat selama kuliah—baik di dalam maupun di luar kampus—lulusan Unesa sudah sangat siap berkarya dan berkarier di dunia kerja maupun masyarakat.

“Kualitas akademik Unesa terus kami tingkatkan, sehingga peluang kerja tidak datang setelah lulus, tetapi terbuka bahkan sebelum wisuda. Sudah ada mahasiswa yang magang lalu langsung direkrut perusahaan. Kesempatan itu yang terus kami tingkatkan melalui penguatan akademik, jejaring, dan kolaborasi yang berdampak,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Siti Nur Faizah
PenulisSiti Nur FaizahSarjana Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Jurnalis TIMES Indonesia di Surabaya sejak 2021. Aktif menulis di Pemerintahan, Politik, Hukum, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia