Advertisement
Pendidikan

Absensi Online Guru di Pacitan Sempat Terkendala, 854 Guru Gunakan Laporan Manual

Uji coba absensi daring berbasis GPS bagi 5.304 guru SD di Pacitan sempat terkendala, 854 guru absen manual. Meski begitu, kehadiran tetap terpantau dan sistem terus dievaluasi.

TIMES Indonesia,
Absensi Online Guru di Pacitan Sempat Terkendala, 854 Guru Gunakan Laporan Manual
Dasbor monitoring aplikasi Presensi Guru berbasis GPS Dindik Pacitan yang saat ini masih tahap uji coba. (Foto: Dindik for TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Pelaksanaan uji coba absensi daring berbasis Global Positioning System (GPS) bagi guru SD di Kabupaten Pacitan sempat mengalami kendala pada hari pertama penerapan, Rabu (1/7/2026). 

Akibat gangguan tersebut, sebanyak 854 guru terpaksa melakukan absensi secara manual.

Advertisement

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Rino Budi Santoso mengatakan, meski sebagian guru mengalami kendala saat masuk ke aplikasi, proses pemantauan kehadiran tetap berjalan.

 "Laporan monitoring awal absensi berbasis GPS yang hadir 4.373 guru," kata Rino saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan data monitoring Dinas Pendidikan, sistem mencatat terdapat 5.304 guru di Kabupaten Pacitan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.301 guru telah memiliki akun aplikasi absensi.

Rino menjelaskan, apabila terjadi gangguan pada aplikasi, guru tetap dapat melaporkan kehadiran melalui mekanisme manual agar aktivitas pembelajaran tidak terganggu.

 "Hasil monitoring kami tetap terpantau, terus kita update. Jika trobel diganti laporan manual," ujarnya.

Advertisement

Ia menambahkan, pada hari pertama pelaksanaan terdapat 854 guru yang menggunakan mekanisme tersebut.

 "Ada 854 guru yang harus manual," katanya.

Menurut Rino, penerapan absensi berbasis GPS tahun ini masih berstatus uji coba. Ke depan, sistem tersebut direncanakan terhubung dengan mekanisme pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dikelola pemerintah pusat.

 "Insya Allah mulai tahun ini dilakukan uji coba, nantinya kita koneksikan dalam realisasi TPG oleh pusat," ujarnya.

Menanggapi potensi manipulasi absensi, Rino mengakui sistem digital tidak sepenuhnya dapat menutup peluang terjadinya pelanggaran. 

Karena itu, pengawasan kepala sekolah sebagai atasan langsung tetap menjadi faktor utama dalam memastikan kedisiplinan guru.

"Manipulasi sulit dihindari, apalagi jumlah guru banyak dan tersebar di wilayah. Namun tanggung jawab sesungguhnya bukan ada di sistem. Kepala sekolah sebagai atasan langsung sangat menentukan selain hasil rekam daftar hadir sesuai PP Nomor 94. Atasan langsung yang paling bertanggung jawab, dan tentu kontrol masyarakat menjadi bahan evaluasi," tutur Rino.

Berdasarkan data dasbor aplikasi Presensi Guru pada fitur Monitoring Pusat, tercatat terdapat 458 sekolah negeri di Kabupaten Pacitan dengan total 5.304 guru. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.301 guru telah terdaftar sebagai pengguna aplikasi absensi berbasis GPS.

Data pada hari pertama pelaksanaan menunjukkan sebanyak 4.373 guru tercatat hadir. 

Sementara itu, 854 guru berstatus alfa atau tanpa keterangan, 46 guru mengajukan izin, 29 guru tercatat cuti, dan dua guru berstatus sakit.

Dasbor juga menampilkan grafik tren kehadiran selama tujuh hari terakhir, mulai 25 Juni hingga 1 Juli 2026. 

Grafik tersebut memperlihatkan tingkat kehadiran yang relatif stabil pada 25–26 Juni di kisaran 3.000 hingga 3.500 guru, kemudian turun drastis pada 27 Juni sebelum kembali meningkat sejak 29 Juni dan mencapai lebih dari 4.000 guru pada 1 Juli 2026.

Dinas Pendidikan Pacitan berharap penerapan absensi berbasis GPS dapat meningkatkan akurasi pencatatan kehadiran guru sekaligus memperkuat pengawasan disiplin aparatur di lingkungan sekolah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia