PPG Batch 4, FITK UIN Maliki Malang Sukses Mencetak 100 Persen Guru Profesional
Sebanyak 2.700 peserta dinyatakan lulus dan diwakili oleh sekitar 500 peserta untuk hadir langsung dalam prosesi pengukuhan pada Rabu (2/7/2026).
MALANG – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) mencatat kelulusan 100 persen peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 4.
Sebanyak 2.700 peserta dinyatakan lulus dan diwakili oleh sekitar 500 peserta untuk hadir langsung dalam prosesi pengukuhan pada Rabu (2/7/2026).
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Ilfi Nur Diana menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang telah resmi dikukuhkan menjadi guru profesional.
Ia menjelaskan apabila kualitas guru bagus maka kualitas peserta didik yang diajarnya juga semakin baik.
“Ini adalah harapan kami bahwa peserta yang lolos PPG hari ini dapat menjadi guru profesional yang berkualitas baik,” ujarnya pasca kegiatan.
Prof. Ilfi menambahkan bahwa peningkatan mutu guru menjadi tantangan di tengah berkembangnya teknologi dan Artificial Intelligence (AI).
Lanjutnya, guru didorong untuk tidak hanya berkualitas secara wawasan dan keilmuan saja, tetapi memiliki karakter Ulul Albab.
“Kami mengajarkan untuk guru bisa membangun karakter Ulul Albab, yaitu tidak hanya mengedepankan intelektualitas, tetapi juga spiritualitas,” imbuhnya.
Sementara itu, Dekan FITK, Dr. H. Muhammad Walid, M.A menyampaikan bahwa peserta PPG Batch 4 ini diwakili oleh sekitar 500 orang dari berbagai daerah.
“Pada kegiatan kali ini peserta yang hadir sudah mewakili tiap daerah, seperti Halmahera, Jambi, Jawa Barat, dan lainnya,” ujarnya.
Lanjutnya, program PPG Batch 4 di FITK UIN Malang mencakup delapan bidang studi, di antaranya Pendidikan Agama Islam (PAI), Al-Qur’an Hadis, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Akidah Akhlak, Bahasa Arab, Guru Kelas Raudhatul Athfal (GKRA), serta Guru Kelas Madrasah Ibtidaiyah (GKMI).
Peserta terbanyak berasal dari guru madrasah, disusul guru Pendidikan Agama Islam.
Ia mengungkapkan, di balik keberhasilan PPG Batch 4 yang mencatat kelulusan 100 persen, sebanyak 12 peserta sempat harus mengikuti ujian susulan.
Menurut Walid, sebagian besar peserta tersebut mengalami kendala dalam penguasaan teknologi, terutama karena faktor usia, sehingga mempengaruhi performa mereka saat mengikuti ujian.
“Banyak peserta yang umurnya lebih tua terkendala penguasaan teknologi, sehingga mempengaruhi ujian mereka,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Walid mengatakan bahwa fakultas secara intensif turut memberikan pelatihan teknologi kepada para peserta.
Ia berharap bahwa yudisium ini menjadi langkah awal yang baik bagi para peserta untuk terjun ke dunia sesungguhnya.
Menurutnya, gelar guru yang saat ini disandang memberikan beban moral tersendiri, sehingga lulusan kali ini mampu bekerja secara profesional dan berorientasi pada peserta didik.
“Gelar guru itu membawa beban moral, saya berharap para lulusan bisa bekerja semaksimal mungkin, profesional, dan berorientasi pada peserta didik,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


