Komisi IV DPRD Banyuwangi Soroti Evaluasi SPMB hingga Jual Beli Seragam Sekolah
Komisi IV DPRD Banyuwangi mendesak evaluasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) hingga jual beli seragam yang dilakukan pihak sekolah.
BANYUWANGI – Komisi IV DPRD Banyuwangi mendesak evaluasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) hingga jual beli seragam yang dilakukan pihak sekolah.
Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo saat menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU), Jumat (3/7/2026).
Forum tersebut menjadi ruang evaluasi berbagai persoalan yang masih muncul dalam proses penerimaan peserta didik, mulai pemerataan akses pendidikan hingga polemik pengadaan seragam sekolah.
Patemo menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni memperbaiki kualitas pendidikan di Banyuwangi melalui sistem penerimaan peserta didik yang lebih berkeadilan.
"Kita semua punya niatan yang sama untuk membenahi pendidikan di Kabupaten Banyuwangi. Target utama kita adalah bagaimana anak-anak bangsa menjadi cerdas dan berkualitas. Karena itu, sistem penerimaan murid baru harus benar-benar menciptakan rasa keadilan," ujarnya.
Menurutnya, evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB harus dilakukan secara berkala agar kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat, khususnya para orang tua yang tengah memperjuangkan pendidikan anaknya.
"Prinsipnya evaluasi harus dilakukan dari tahun ke tahun agar sistem ini tidak merugikan wali murid yang memiliki anak di satuan pendidikan," katanya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menyoroti masih kuatnya stigma sekolah favorit dan non favorit yang dinilai memicu ketimpangan saat pelaksanaan SPMB. Kondisi tersebut membuat konsentrasi pendaftar menumpuk di sejumlah sekolah tertentu.
"Kita harus bersama-sama membuka ruang bahwa semua sekolah memiliki kualitas yang baik. Jangan sampai masyarakat hanya mengejar sekolah yang dianggap favorit sehingga distribusi peserta didik menjadi tidak merata," jelasnya.
Dia menambahkan, masih adanya titik-titik tertentu yang selalu menjadi rebutan saat penerimaan siswa baru menjadi salah satu akar persoalan yang perlu segera dicarikan solusi.
Selain membahas SPMB, Komisi IV turut menyinggung persoalan pengadaan seragam sekolah yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. DPRD meminta sekolah tidak membebani orang tua dengan kewajiban membeli seragam dari pihak tertentu.
"Jangan kemudian membebani masyarakat yang memang sudah susah. Kalau kemudian antara yang mampu dan kurang mampu diperlakukan sama, lalu masih ada tekanan untuk membeli seragam dari sekolah, tentu itu tidak adil," tegas Patemo.
Dia berharap seluruh satuan pendidikan memberikan kebebasan kepada orang tua maupun siswa untuk membeli seragam di tempat yang diinginkan selama warna dan ketentuannya sesuai dengan aturan sekolah.
"Pengadaan seragam sebaiknya diserahkan kepada murid masing-masing. Selama warna dan modelnya sesuai ketentuan, saya kira tidak ada masalah. Jangan sampai persoalan baju, celana, atau rok sekolah justru dikapitalisasi," kata Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


