Advertisement
Pendidikan

Pertama di UB, FTAB Ciptakan Sistem Pengolahan Limbah B3 dan Filter Lemari Asam

Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) resmi meluncurkan dua inovasi ramah lingkungan dan menjadi yang pertama di Universitas Brawijaya.

TIMES Indonesia,
Pertama di UB, FTAB Ciptakan Sistem Pengolahan Limbah B3 dan Filter Lemari Asam
Dekan FTAB saat menjelaskan filter lemari asam. (FOTO: Humas for TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) resmi meluncurkan dua inovasi ramah lingkungan dan menjadi yang pertama di Universitas Brawijaya.

Keduanya adalah sistem inovasi pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berskala fakultas dan filter lemari asam yang berguna untuk menetralkan limbah asam sebelum dibuang ke lingkungan.  

Advertisement

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, S.T.P., M.App.Life.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa ini adalah langkah FTAB dalam mengokohkan diri menjadi kampus Zero Waste yang peduli terhadap lingkungan. 

“Ini adalah tonggak penting FTAB dalam mengokohkan diri menjadi fakultas Zero Waste,” jelasnya. 

Fasilitas pengolahan limbah B3 FTAB. (FOTO: Humas for TIMES Indonesia)
Fasilitas pengolahan limbah B3 FTAB. (FOTO: Humas for TIMES Indonesia)

Untuk fasilitas pengolahan limbah B3, Ia mengatakan bahwa selama ini limbah beracun dari laboratorium, seperti sisa bahan kimia, pelarut, dan reagen, harus ditangani khusus agar tidak mencemari tanah, air, dan udara. Namun, saat ini FTAB memiliki sistem pengolahan limbah 3 tahap, yaitu segregasi, netralisasi, dan pengurangan volume sebelum diserahkan ke pihak berizin.

Ia juga menjelaskan bahwa seluruh proses pengolahan limbah tersebut akan dipantau secara digital. 

“Nanti setiap laboratorium wajib mencatat jenis, volume, dan tanggal pembuangan B3 melalui dashboard,” imbuhnya. 

Advertisement

Menurutnya, fasilitas ini menjawab SDGs 3 Good Health and Well-being, SDGs 6: Clean Water and Sanitation, dan SDGs 12: Responsible Consumption and Production. 

Sistem filter lemari asam karya FTAB UB. (FOTO: Humas for TIMES Indonesia)
Sistem filter lemari asam karya FTAB UB. (FOTO: Humas for TIMES Indonesia)

Selanjutnya terkait filter lemari asam, ia menjelaskan bahwa sistem ini dapat menetralkan limbah asam dari lemari asam laboratorium sebelum dibuang ke lingkungan.

“Selama ini uap dan sisa asam dari aktivitas laboratorium berisiko mencemari udara dan air limbah,” jelasnya. 

Lanjutnya, melalui filter lemari asam tersebut, FTAB mampu menyerap dan mengurai senyawa asam berbahaya hingga menetralkannya dengan larutan basa supaya memenuhi baku mutu lingkungan.

Prof. Yusuf menambahkan bahwa keselamatan menjadi prioritas riset yang bertanggung jawab. Menurutnya, langkah ini diharapkan mampu menjadi standar baru di lingkungan UB. 

“Laboratorium harus menjadi tempat inovasi, tidak boleh meninggalkan jejak pencemaran, melalui filter ini limbah asam tidak langsung terbuang ke lingkungan,” katanya. 

Sistem ini juga terintegrasi dengan monitoring digital Smart Green Campus. Data performa filter, jadwal penggantian karbon aktif, dan hasil uji kualitas udara akan dipantau rutin untuk memastikan efektivitas. 

Selain itu, FTAB juga mengedukasi mahasiswa dan tenaga laboran terkait praktik laboratorium hijau terkait pemakaian bahan kimia seefisien mungkin, prosedur pembuangan aman, dan audit limbah berkala. 

“Ini akan melindungi kesehatan sivitas, menjaga kualitas air dan udara kampus, serta menjadi contoh tata kelola laboratorium berkelanjutan,” ucapnya. 

Sementara itu, asesor sekaligus guru besar UB, Prof. Dr. Sukarmi, SH.M.Hum menjelaskan bahwa ini adalah terobosan bagus yang harus ditiru oleh fakultas lain. 

“Kampus tidak hanya menciptakan ilmuwan, tapi juga menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang aman dan berkelanjutan,” ucapnya saat penelitian lapangan pada Jumat (3/7/2026). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia