Advertisement
Pendidikan

Menuju Jepang, Polbangtan Malang Matangkan Program Magang Internasional bagi Mahasiswa

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang menerima kunjungan Tim ABP Magang dalam rangka program magang mahasiswa di Jepang.

TIMES Indonesia,
Menuju Jepang, Polbangtan Malang Matangkan Program Magang Internasional bagi Mahasiswa
Pertemuan Polbangtan Malang dan Tim ABP Magang dalam rangka program magang di Jepang bagi mahasiswa, Jumat (3/7/2026). (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)
A-AA+

Malang Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang menerima kunjungan Tim ABP Magang dalam rangka koordinasi dan diskusi mengenai rencana pelaksanaan program magang di Jepang bagi mahasiswa Polbangtan Malang.

Pertemuan pada Jumat (3/7/2026) tersebut menjadi langkah awal mempersiapkan implementasi Proyek ABP Magang, sebuah kerja sama antara PT Taya Farm dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian yang didanai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).
 
Hadir dalam pertemuan tersebut Manajer Proyek ABP Magang sekaligus Direktur PT Taya Farm, Taya Toru, didampingi Sub-Manajer Proyek Tachizaki Asuka, Koordinator Program Kajita Mio, Koordinator Proyek Senior Dina Ratih Sari serta perwakilan dari Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Kementerian Pertanian. Dari pihak Polbangtan Malang, Direktur beserta jajaran akademik menyambut langsung rombongan untuk membahas peluang sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia pertanian melalui program magang internasional.
 

Advertisement
polbangtan-malang-magang-jepang
Pertemuan Polbangtan Malang dan Tim ABP Magang Jepang. (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)


Proyek ABP Magang merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Baru yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM pertanian Indonesia melalui pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan BPPSDMP, termasuk program pemagangan dan pelatihan menuju skema Specified Skilled Worker (SSW). Program ini dilandasi nota kesepahaman antara Indonesia dan Jepang mengenai pertukaran sumber daya manusia pertanian sebagai upaya memperkuat pembangunan sektor pertanian di kedua negara.
 
Melalui program tersebut, peserta akan memperoleh pembekalan berupa penyusunan business plan, materi mengenai sistem pertanian Jepang, informasi mengenai budaya kerja dan kehidupan di Jepang, hingga pengenalan teknologi smart farming. Para alumni magang Jepang juga akan dilibatkan sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik yang dapat menjadi bekal bagi calon peserta maupun pengembangan usaha pertanian setelah kembali ke Indonesia.
 
Upaya tersebut sejalan dengan visi Kementerian Pertanian dalam memperkuat kualitas SDM pertanian nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa masa depan pertanian Indonesia berada di tangan generasi muda yang mampu menghadirkan inovasi dan memanfaatkan teknologi.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program pengembangan kompetensi, termasuk magang internasional, merupakan langkah strategis dalam mencetak SDM pertanian yang adaptif dan berdaya saing global.
 
"Kalau kita ingin berdaulat pangan maka kampus dan anak muda harus turun langsung. Jadilah pelopor, bukan penonton," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
 
Dalam pemaparannya, Taya Toru menjelaskan bahwa konsep proyek Taya Farm–JICA tidak hanya berfokus pada penempatan peserta magang ke Jepang, tetapi juga membangun ekosistem pengembangan petani muda melalui pemanfaatan pengalaman para alumni magang Jepang. Para alumni akan dilibatkan sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman mengenai budaya kerja, kehidupan di Jepang, penerapan smart farming, hingga berbagai peluang pengembangan karier di sektor pertanian.
 
Selain itu, program juga akan memberikan pendampingan penyusunan business plan, penyediaan materi pembelajaran tentang pertanian Jepang, serta pengembangan media informasi yang memuat berbagai kiat dan persiapan bagi calon peserta magang. Dengan demikian, peserta diharapkan memiliki bekal yang lebih komprehensif sebelum mengikuti program di Jepang maupun setelah kembali ke Indonesia.
 
Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polbangtan Malang sebagai mitra dalam pengembangan SDM pertanian bertaraf internasional. Didampingi jajaran akademik, ia menegaskan komitmen institusi untuk mendukung penuh pelaksanaan Proyek ABP Magang, mulai dari proses persiapan mahasiswa, penguatan kompetensi, hingga pendampingan selama implementasi program.
 
Melalui sinergi antara BPPSDMP, PT Taya Farm, JICA, dan Polbangtan Malang, diharapkan semakin banyak generasi muda pertanian yang memiliki kompetensi global, berwawasan internasional, serta mampu mengadopsi inovasi dan teknologi pertanian modern guna mendukung kemajuan sektor pertanian Indonesia.

 

polbangtan-malang-dan-tim-magang-jepang-jica
Foto bersama Polbangtan Malang dan Tim ABP Magang. (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)


 
Pengalaman magang internasional, mahasiswa tidak hanya memperoleh peningkatan kompetensi teknis dan profesional, tetapi juga wawasan mengenai inovasi, etos kerja, serta penerapan teknologi pertanian modern. Bekal tersebut diharapkan dapat diimplementasikan saat kembali ke tanah air untuk mendorong lahirnya petani muda yang inovatif, memperkuat regenerasi petani, dan mendukung terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, mandiri, modern, serta berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan nasional. (D)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia