BRIN Gandeng Universitas Brawijaya Perkuat Ekosistem Riset Nasional dan Percepat Hilirisasi Inovasi
BRIN memperkuat kolaborasi dengan Universitas Brawijaya untuk membangun ekosistem riset nasional dan mempercepat hilirisasi inovasi agar hasil penelitian lebih bermanfaat bagi masyarakat dan industri.
MALANG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB) guna membangun ekosistem riset nasional sekaligus mempercepat hilirisasi hasil penelitian agar semakin banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia industri.
Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., menegaskan perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam menghasilkan teknologi dan inovasi yang menjadi fondasi kemajuan bangsa. Menurutnya, Indonesia membutuhkan riset yang kuat agar mampu meningkatkan daya saing di berbagai sektor.
"Kita akan menggandeng perguruan tinggi dalam rangka memperkuat pusat kolaborasi riset sehingga saya datang ke UB untuk bersinergi karena saya yakin UB memiliki banyak ide riset, invensi, dan temuan yang perlu diperkuat. Indonesia hanya akan bisa maju kalau kita punya kekuatan teknologi dan inovasi yang andal, dan untuk itu dibutuhkan riset yang kuat. Perguruan tinggi adalah aset yang harus benar-benar diberdayakan," ujar Arif.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Dialog Strategis bertajuk Membangun Riset dan Inovasi Berdampak bagi Indonesia yang diselenggarakan Dewan Profesor Universitas Brawijaya di Auditorium Gedung Pandhita Majapahit UB, Jumat (3/7/2026). Dialog tersebut juga dihadiri Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., serta civitas akademika UB.
Sebagai tindak lanjut kolaborasi tersebut, BRIN menyiapkan penguatan Rumah Inovasi Daerah di Jawa Timur dengan melibatkan Universitas Brawijaya. Program ini diharapkan menjadi jembatan antara hasil penelitian di kampus dengan kebutuhan masyarakat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), maupun sektor industri.
"Kita ada Rumah Inovasi Daerah yang nanti di Jawa Timur akan bisa diperkuat oleh UB. Inovasi UB sangat banyak yang bisa dimanfaatkan untuk UMKM di Jawa Timur. Target yang harus kita capai adalah semakin banyak hasil riset dan invensi yang menjadi inovasi. Artinya, hasil penelitian itu benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri. Itu yang menjadi prioritas," katanya.
Arif menilai Universitas Brawijaya memiliki potensi besar dalam menghasilkan berbagai invensi yang layak dikembangkan hingga tahap komersialisasi. Karena itu, sinergi antara BRIN dan perguruan tinggi perlu diperkuat agar inovasi yang lahir dari kampus tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.
Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menyambut positif penguatan kerja sama dengan BRIN. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperluas peluang hilirisasi berbagai hasil riset yang dikembangkan sivitas akademika UB.
Sebagai bentuk komitmen, Universitas Brawijaya akan menghadirkan BRIN Corner di lingkungan kampus sekaligus menginisiasi PKR sebagai wadah untuk mempercepat proses hilirisasi hasil penelitian.
"Pertemuan hari ini sangat baik sehingga kita dapat mendorong kerja sama yang lebih kuat antara UB dengan BRIN. Di antaranya kita membuka BRIN Corner di Universitas Brawijaya dan menginisiasi PKR agar riset-riset yang dihasilkan dapat terhilirisasi," ujar Widodo.
Melalui kolaborasi tersebut, BRIN dan Universitas Brawijaya menargetkan semakin banyak hasil penelitian yang tidak hanya menghasilkan invensi, tetapi juga berkembang menjadi inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mendukung daya saing industri, serta memperkuat pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


