Siapkan Generasi Unggul dan Berakhlak, Guru PAUD Muslimat NU se-Pacitan Dibekali Pembelajaran Berbasis Aswaja
Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini terus dilakukan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pacitan.
PACITAN – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini terus dilakukan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pacitan. Bersama Yayasan Pendidikan Muslimat NU, 56 guru PAUD di lingkungan Muslimat NU se-Kabupaten Pacitan mengikuti bimbingan teknis (bimtek), pembelajaran mendalam berbasis Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Sabtu-Minggu, 4-5 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu menghadirkan narasumber dari Bidang Pendidikan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Timur.
Para peserta merupakan guru-guru PAUD yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Muslimat NU dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pacitan.
Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Pacitan, Hj. Siti Aisyah, mengatakan pelatihan tersebut digelar sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran berbasis Aswaja sekaligus meningkatkan kompetensi pendidik di lingkungan Muslimat NU.
"Untuk meningkatkan kopetensi guru paud dilingkungan Muslimat NU. Sehingga memiliki bekal keilmuan lebih dari yang lain,"katanya. Sabtu (4/7/2026).
Menurut dia, Muslimat NU memiliki mandat yang kuat dalam bidang pendidikan. Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam menjalankan peran organisasi untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter keislaman yang kuat.
“Muslimat NU mempunyai perangkat dan mandat dalam bidang pendidikan. Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pemahaman serta keilmuan guru tentang pembelajaran berbasis Aswaja,” kata Siti Aisyah.
Ia menjelaskan, bimbingan teknis tersebut menjadi yang pertama kali digelar secara khusus bagi guru PAUD Muslimat NU di Pacitan.
Selain memberikan penguatan materi keaswajaan, kegiatan itu juga dirancang untuk membekali para guru dengan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam dan relevan dengan kebutuhan pendidikan anak usia dini saat ini.
Bagi Muslimat NU, kualitas guru menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas generasi yang akan lahir di masa depan.
Karena itu, peningkatan kompetensi pendidik dinilai harus dilakukan secara berkelanjutan agar para guru memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak.
“Harapannya, guru-guru yang telah mengikuti pelatihan ini memiliki bekal keilmuan yang lebih kuat sehingga mampu melahirkan peserta didik yang unggul, berakhlak baik, serta memiliki kemampuan berpikir kritis sejak usia dini,” ujarnya.
Lebih jauh, Siti Aisyah berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara periodik. Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan diperlukan agar kualitas pendidikan di lembaga PAUD Muslimat NU terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Aswaja yang menjadi fondasi pendidikan Nahdlatul Ulama.
Melalui bimbingan teknis tersebut, Muslimat NU Pacitan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Sementara dikesempatan yang sama Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU), Dra Sri Puji Setyaningsih menyampaikan salah satu tujuan dari guru mengajar merupakan membentuk anak ber akhlaqul karimah.
Terlebih ditengah perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis, penguatan kompetensi guru dan penanaman nilai-nilai keaswajaan dinilai menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter, adaptif, dan berdaya saing.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


