Advertisement
Pendidikan

Dispendik Kabupaten Malang Akan Validasi Angka Anak Tidak Sekolah

Tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Malang menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang.

TIMES Indonesia,
Dispendik Kabupaten Malang Akan Validasi Angka Anak Tidak Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Malang menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang. Bupati Malang sempat menyebut bahwa jumlah ATS di Kabupaten Malang mencapai 31 ribu jiwa. 

MmKepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, menegaskan bahwa data tersebut akan menjadi fokus penanganan pemerintah daerah bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Prinsipnya data ATS 31 ribu itu akan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pendidikan bersama perangkat daerah lainnya," kata Bagus.

Namun demikian, ia menjelaskan bahwa angka tersebut masih bersifat dinamis sehingga memerlukan proses verifikasi lebih lanjut sebelum dijadikan dasar penyusunan program penanganan.

Menurut Bagus, data ATS mencakup berbagai kelompok usia dan latar belakang yang perlu dipastikan kembali berdasarkan identitas maupun kondisi terkini masing-masing anak.

"Terkait dengan angka, tentunya harus dipahami bahwa data ini data dinamis, jadi yang perlu divalidasi by name, by address," ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam proses validasi nantinya akan ditelusuri berbagai kemungkinan penyebab seorang anak masuk dalam kategori tidak sekolah. Mulai dari masih berada pada usia PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, madrasah, pendidikan kesetaraan, berpindah domisili, sudah bekerja, menikah, penyandang disabilitas, hingga faktor-faktor lainnya.

Karena itu, Dispendik Kabupaten Malang akan melakukan pemetaan data secara lebih rinci hingga tingkat kecamatan dan desa agar penanganan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran.

"Yang jelas kami dari Dinas Pendidikan nanti akan melakukan validasi data, pemetaan data per kecamatan, juga mungkin per desa terkait dengan usia, jenjang, penyebab anak tidak sekolah itu kira-kira apa," jelasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia