UKM Pers Mahapena UIMSYA Blokagung Banyuwangi Hidupkan Nalar Kritis Lewat Pelatihan Jurnalistik
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahapena Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi kembali menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) sebagai upaya menghidupkan nalar kritis sekaligus memperkuat regenerasi pers mahasiswa.
BANYUWANGI – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahapena Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi kembali menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) sebagai upaya menghidupkan nalar kritis sekaligus memperkuat regenerasi pers mahasiswa.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 Juli 2026, di Aula Haromain Kampus 1 UIMSYA tersebut menjadi agenda kaderisasi dasar pertama setelah sempat vakum selama dua tahun.
Mengusung tajuk "Meneguhkan Fungsi Epistemik Persma dalam Kehidupan Kampus", PJTD dirancang tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis jurnalistik, tetapi juga menanamkan budaya berpikir kritis dalam menyikapi berbagai persoalan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Pembina UKM Pers Mahapena, Hasyim Iskandar, S.Kom.I., M.Sos., menegaskan bahwa tradisi menulis merupakan bagian penting dari proses belajar dan pengembangan intelektual mahasiswa. Menurutnya, nilai tersebut telah dicontohkan oleh KH. Mukhtar Syafa'at yang tidak pernah lepas dari pena dan buku.
"Pena dan buku adalah hal yang selalu tidak terlepaskan dari Mbah Yai Syafaat, bahwasanya setiap ada suatu pelajaran atau kejadian harus dituliskan agar tidak dilupakan," tuturnya.
Ketua Umum UKM Pers Mahapena, Achmad Muqoffin Asna, mengatakan bahwa tema yang diangkat pada PJTD tahun ini merupakan bentuk penegasan bahwa pers mahasiswa memiliki tanggung jawab intelektual dalam menyampaikan kebenaran melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
"Tema pada PJTD kali ini kami tekankan untuk menghidupkan kembali budaya berpikir kritis yang harus dimiliki jiwa seorang persma melalui ruang-ruang diskusi dalam lima materi yang kami susun sebagai komposisi pembentukan seorang persma," katanya.
Asna menjelaskan, rangkaian PJTD tahun ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi. Hari pertama diisi Ira Rachmawati, jurnalis Kompas.com sekaligus anggota Satgas Anti Kekerasan Seksual Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.
Pada hari kedua, peserta mendapatkan materi fotografi dan kepenulisan buletin dari Moh. Muslimin, M.Sos, dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam UIMSYA Blokagung, bersama Sri Wahyuni, senior Mahapena.
"Pada hari terakhir, materi penulisan berita dan teknik wawancara disampaikan oleh jurnalis TIMES Indonesia, Muhamad Ikromil Aufa," jelas mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Inggris itu.
Menurut Asna, pelatihan ini sengaja kembali diselenggarakan setelah sempat vakum selama dua tahun sebagai momentum untuk membangkitkan kembali budaya diskusi sekaligus memperkuat nalar kritis di kalangan anggota UKM kampus di bawah naungan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung itu.
Selama pelatihan berlangsung, antusiasme peserta terlihat cukup tinggi. Jumlah peserta terus bertambah setiap harinya hingga mencapai 41 orang, termasuk panitia, pada puncak pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, Jurnalis TIMES Indonesia, Muhamad Ikromil Aufa, yang menjadi pemateri penulisan berita dan teknik wawancara, mengapresiasi pelaksanaan PJTD 2026. Menurutnya, pelatihan seperti ini menjadi ruang penting untuk membangun tradisi berpikir kritis sekaligus memperkuat kemampuan dasar jurnalistik mahasiswa.
"Antusias peserta dan diskusi yang hidup selama pelatihan menunjukkan bahwa semangat belajar jurnalistik di kalangan mahasiswa masih sangat besar," ungkap Roy, sapaan kondang Muhamad Ikromil Aufa.
Roy berpesan agar semangat tersebut tidak berhenti setelah pelatihan berakhir. Menurutnya, kemampuan jurnalistik harus terus diasah melalui proses belajar, memperbanyak membaca, aktif berdiskusi, serta konsisten menghasilkan karya jurnalistik yang kritis, akurat, dan bertanggung jawab.
Selain memperoleh materi langsung dari praktisi media dan akademisi, peserta juga mendapatkan berbagai manfaat, mulai dari sertifikat PJTD, pengalaman praktik jurnalistik, kesempatan memperluas relasi, hingga peningkatan kemampuan kepenulisan.
Menutup rangkaian kegiatan, Pemimpin Redaksi UKM Pers Mahapena, Habib Maulana, mengajak para kader untuk terus menjaga tradisi intelektual, menghidupkan budaya diskusi, mengembangkan semangat jurnalistik, serta berkontribusi dalam memperkuat organisasi.
Melalui PJTD 2026, UKM Pers Mahapena UIMSYA meneguhkan komitmennya untuk mencetak kader pers mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan profesional dalam menjalankan fungsi jurnalistik di lingkungan kampus.
Semangat tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota Jember, Muzemmil Ubaydillah, yang hadir pada pembukaan kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya regenerasi dan penguatan tradisi pers mahasiswa yang dijalankan UKM Pers Mahapena. (*)
Pewarta: Fazar Dimas
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


