SKPI Jadi Instrumen Penting Lulusan Menghadapi Dunia Kerja
Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) menjadi instrumen penting bagi para lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi dunia kerja.
MALANG – Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) menjadi instrumen penting bagi para lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi dunia kerja. Ketua Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Awan Setia Dharmawan mengatakan bahwa SKPI bukan sekadar dokumen pelengkap ijazah, tetapi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing lulusan.
Ia mengatakan, SKPI menjadi jejak kompetensi, pengalaman organisasi, sertifikasi, hingga capaian mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“SKPI tidak hanya menjadi dokumen pendamping ijazah, tetapi menjadi rekam jejak kompetensi hingga capaian mahasiswa selama menempuh pendidikan,” ujarnya, Selasa (7/7/2026) di Malang.
Tak hanya SKPI, Awan menambahkan bahwa implementasi mata kuliah praktikum juga menjadi senjata para lulusan. Menurutnya, hal tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung melalui riset lapangan, pendampingan masyarakat, hingga kolaborasi dengan berbagai mitra.
Dalam bidang akademik, Awan mengatakan bahwa pengembangan kurikulum yang dilaksanakan secara dinamis dan menyesuaikan kebutuhan industri kerja, pengembangan ilmu pengetahuan, serta tantangan sosial yang terus berubah juga menjadi hal penting.
Terkait hal itu, Dr. Kustana dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung turut menilai bahwa SKPI menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas lulusan.
“SKPI merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan, ini bisa menjadi referensi adaptasi kampus kami,” ujarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


