Advertisement
Pendidikan

UM Buka Peksimida Jatim 2026, 400 Mahasiswa Adu Kreativitas di 15 Cabang Seni

15 cabang kompetisi hadir di Peksimida 2026, dengan pelaksanaannya digelar di sembilan Perguruan Tinggi yang ada di Jawa Timur,

TIMES Indonesia,
UM Buka Peksimida Jatim 2026, 400 Mahasiswa Adu Kreativitas di 15 Cabang Seni
Pemukulan gong secara simbolis oleh Rektor UM Prof. Dr. Hariyono sebagai tanda dibukanya Peksimida 2026. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Timur mulai menyeleksi ratusan mahasiswa terbaik melalui Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) 2026. Kegiatan yang dilaksanakan dua tahun sekali ini melibatkan 400 mahasiswa dari 44 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur yang berkompetisi memperebutkan tiket menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas). 

Ketua Umum BPSMI Jawa Timur, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H menjelaskan bahwa Peksimida tahun ini mempertandingkan 15 tangkai seni, mulai dari menyanyi pop, dangdut, seriosa, keroncong, vokal grup, tari, monolog, baca puisi, penulisan cerpen, penulisan puisi, penulisan lakon, fotografi, desain poster, komik strip, hingga lukis.

Advertisement

“Sebanyak 15 cabang (tangkai) kompetisi hadir di Peksimida, nanti pelaksanaannya ada di sembilan Perguruan Tinggi yang ada di Jawa Timur,” jelasnya dalam pembukaan Peksimida 2026 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (7/7/2026) malam. 

Ketua Umum BPSMI Jawa Timur, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H saat sambutan. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
Ketua Umum BPSMI Jawa Timur, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H saat sambutan. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

Lanjutnya, untuk Universitas Negeri Malang sebagai tuan rumah akan menyelenggarakan tiga tangkai seni, yakni penulisan cerpen, penulisan lakon, dan penulisan puisi, sekaligus menjadi lokasi pembukaan Peksimida.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nantinya para juara pertama tiap tangkai lomba akan melanjutkan perjuangan mereka di panggung Peksiminas 2026 mewakili Jawa Timur. 

“Nanti para juara satu akan kami delegasikan ke Peksiminas yang diikuti oleh 38 provinsi di Indonesia,” tambahnya. 

Terkait proses penjurian peserta, Fendi mengatakan bahwa proses penjurian akan dirancang secara obyektif dengan melibatkan tiga juri di setiap tangkai seni. 

Advertisement

Ia menambahkan bahwa Peksimida menjadi ruang pembinaan talenta seni mahasiswa. Meskipun saat ini hanya terdapat 15 tangkai seni, Fendi mengatakan pihaknya berencana mengembangkan cabang perlombaan melalui forum Sarasehan.  

“Sudah ada usulan seperti stand-up comedy maupun film pendek untuk dimasukkan. Nanti akan dibahas dalam forum sarasehan saat Peksiminas sebagai bahan pengembangan kompetisi berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Rektor UM, Prof Hariyono mengatakan bahwa nilai estetika atau seni ini tidak hanya berhenti di ajang kompetisi saja, tetapi harus dikembangkan menjadi nilai luhur peradaban. Ia juga mendorong adanya kolaborasi lintas kampus dalam melahirkan delegasi muda yang mampu membanggakan Jawa Timur di ajang bergengsi nasional tersebut.

“Kita perlu mengembangkan peradaban kedepan, dengan berkolaborasi serta bersinergi untuk menonjolkan kampus masing-masing tanpa meniadakan kampus lainnya,” tambahnya dalam sambutan. 

Para delegasi kampus Jawa Timur dalam pembukaan Peksimida 2026. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
Para delegasi kampus Jawa Timur dalam pembukaan Peksimida 2026. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

Selain itu, Wakil Rektor I UM, Prof Ibrahim Bafadal, mengatakan sebagai tuan rumah UM mendapatkan dua amanah sekaligus, yaitu sebagai tuan rumah pembukaan Peksimida serta penyelenggara tiga cabang lomba sastra. Ia pun berharap supaya pelaksanaan kegiatan ini dapat lancar dan dapat menghasilkan talenta terbaik yang akan mewakili Jawa Timur nantinya. 

“Peksimida tahun ini berjalan sukses, baik pembukaan, pelaksanaan lomba, maupun penutupannya. Selain itu, kami berharap lahir delegasi terbaik Jawa Timur yang siap berprestasi di tingkat nasional,” ucapnya. 

Ia menambahkan, persiapan penyelenggaraan telah dilakukan sejak Maret 2026, termasuk koordinasi dengan tim juri, penyusunan sistem penilaian, hingga pelaksanaan technical meeting.

BPSMI menargetkan menjadi juara umum dalam Peksiminas tahun ini yang akan digelar di Universitas Jember (UNEJ). Sementara itu, untuk penutupan Peksimida akan dilaksanakan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 13 Juli 2026 mendatang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia