Advertisement
Pendidikan

Baru 28 Siswa Terjaring, Kota Batu Masih Kejar Target 90 Peserta Sekolah Rakyat

Pemkot Batu terus berpacu memenuhi kuota Program Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) tahun ajaran 2026/2027.

TIMES Indonesia,
Baru 28 Siswa Terjaring, Kota Batu Masih Kejar Target 90 Peserta Sekolah Rakyat
Pembelajaran di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 14 Kota Batu. (Foto: SRMP 14 for TIMES Indonesia)
A-AA+

BATU Pemkot Batu terus berpacu memenuhi kuota Program Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) tahun ajaran 2026/2027. Dari target 90 peserta didik yang diberikan pemerintah, hingga awal Juli baru 28 calon siswa yang berhasil didata oleh Dinas Sosial Kota Batu.

Kepala Dinas Sosial Kota Batu, Lilik Fariha, mengatakan proses penjaringan belum berhenti dan terus dilakukan dengan menyasar anak-anak yang putus sekolah maupun mereka yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Advertisement

"Alhamdulillah, sampai hari ini sudah ada 28 calon siswa yang berhasil kami jaring. Namun proses penjaringan masih terus berjalan, terutama bagi anak-anak yang putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah," katanya, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, Kota Batu memperoleh alokasi sebanyak 90 peserta didik untuk Program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru. Namun, karena keterbatasan kapasitas di SRMP 14 Kota Batu, sementara waktu seluruh peserta didik asal Kota Batu direncanakan mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat yang berada di Blitar.

"Kami mendapat target sebanyak 90 siswa. Untuk sementara penempatannya masih diplot di Blitar," ujarnya.

Dia menambahkan, angka 28 calon siswa tersebut masih bersifat sementara. Pendataan terus dilakukan bersama pemerintah desa dan berbagai pihak agar anak-anak yang belum mengenyam pendidikan dapat terjangkau program tersebut.

"Di sisi lain, distribusi peserta didik di wilayah Malang Raya diperkirakan berubah setelah gedung Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Malang selesai dibangun," urainya.

Advertisement

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Malang sebelumnya juga telah mengusulkan agar seluruh siswanya dipindahkan ke fasilitas baru tersebut.

"Kemungkinan seluruh siswa asal Kabupaten Malang akan dipindahkan ke sana. Sebelumnya, Pemkab Malang juga telah mengajukan permohonan agar seluruh siswanya ditempatkan di Sekolah Rakyat permanen tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Kepala SRMP 14 Kota Batu, Yulianah, menyampaikan hingga kini masih terdapat 70 siswa asal Kabupaten Malang yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

"Untuk sementara, jumlah siswa asal Kabupaten Malang sebanyak 70 orang," katanya.

Secara keseluruhan, jumlah peserta didik aktif di SRMP 14 Kota Batu saat ini tercatat sebanyak 148 orang dari kapasitas sebelumnya 149 siswa. Berkurangnya satu peserta didik disebabkan perpindahan domisili yang diikuti dengan kepindahan sekolah.

"Saat ini total siswa sebanyak 148 orang. Satu siswa pindah domisili sekaligus pindah sekolah," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Galih Rakasiwi
PenulisGalih RakasiwiBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia