Ma Chung Bidik Jadi Trendsetter Pendidikan Tinggi, Perkuat Mandarin, Kewirausahaan, dan Riset
Salah satu fokus utama Ma Chung dalam pengembangan kampus adalah penguatan pembelajaran bahasa Mandarin sebagai respons terhadap perubahan peta ekonomi global.
MALANG – Universitas Ma Chung menetapkan arah baru pengembangan kampus untuk periode 2026–2045 dengan menargetkan menjadi trendsetter di dunia pendidikan tinggi. Transformasi tersebut akan ditopang melalui penguatan kompetensi bahasa Mandarin, kewirausahaan, serta riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., mengatakan kampus kini memasuki fase transisi dari a living example menuju trendsetter.
"Saat ini kampus bertransisi menuju fase kedua, yaitu menjadi trendsetter, di mana kami ingin ikut mengambil bagian dalam menentukan arah perkembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi," ujarnya dalam Dies Natalis ke-19 Universitas Ma Chung, Selasa (7/7/2026).
Menurut Stefanus, salah satu fokus utama pengembangan kampus adalah penguatan pembelajaran bahasa Mandarin sebagai respons terhadap perubahan peta ekonomi global. Ia menilai bahasa Mandarin kini menjadi kompetensi penting yang perlu dikuasai mahasiswa selain bahasa Inggris.
Sebagai langkah awal, Universitas Ma Chung akan menghadirkan Chinese Corner serta menggelar Chinese Indonesian Festival yang memadukan budaya Indonesia dan Tiongkok melalui berbagai pertunjukan seni, kegiatan akademik, dan pertukaran budaya.
Selain penguasaan bahasa, kewirausahaan tetap menjadi identitas utama Universitas Ma Chung. Karena itu, seluruh mahasiswa dari berbagai program studi diwajibkan menempuh mata kuliah kewirausahaan.
"Kami melatih mahasiswa bagaimana membangun dan mengelola usaha, dan itu diterapkan di seluruh jurusan," katanya.
Stefanus menjelaskan, pendidikan kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada kemampuan berbisnis, tetapi juga membentuk jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial melalui konsep *social entrepreneurship*. Mahasiswa didorong mengembangkan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti pengelolaan bank sampah maupun berbagai kegiatan sosial berbasis ekonomi.
Selain itu, mahasiswa juga dibekali pendidikan karakter dan pengembangan diri melalui seminar, pelatihan, serta berbagai kegiatan untuk mengasah bakat dan minat.
Di bidang akademik, Universitas Ma Chung juga menargetkan peningkatan kualitas sumber daya dosen. Dalam satu hingga tiga tahun ke depan, kampus tersebut menargetkan melahirkan tujuh guru besar baru yang masing-masing akan memimpin bidang riset strategis.
"Menurut saya kaderisasi itu penting. Kami menargetkan ada tujuh guru besar baru dalam satu sampai tiga tahun ke depan," ujarnya.
Stefanus menambahkan, Universitas Ma Chung saat ini telah meraih akreditasi unggul. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai salah satu perguruan tinggi yang mampu menghadirkan inovasi dan menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


