Sanusi Dorong Pencak Silat Masuk Sekolah untuk Cegah Bullying
Bupati Malang HM Sanusi mendorong pencak silat dikenalkan sejak bangku sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter.
MALANG – Bupati Malang HM Sanusi mendorong pencak silat dikenalkan sejak bangku sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Menurutnya, olahraga bela diri warisan budaya Indonesia tersebut dapat menjadi salah satu cara membentuk generasi yang disiplin, berakhlak, sekaligus menekan kasus perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.
Sanusi meminta pengurus IPSI Kabupaten Malang bersama DPRD menyusun langkah agar pencak silat dapat diperkenalkan kepada siswa Sekolah Dasar kelas IV hingga VI serta Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Malang.
Menurutnya, pembelajaran pencak silat tidak semata-mata bertujuan mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan saling menghormati sejak usia dini.
"Dengan metode ini, saya berharap perundungan atau bullying di sekolah-sekolah dapat diantisipasi bahkan ditiadakan. Anak-anak akan saling menjaga, menghormati, dan melindungi," ujarnya Jumat (10/7/2026).
Ia menilai pencak silat merupakan warisan budaya yang mengandung nilai pendidikan karakter yang kuat. Selain melatih kemampuan fisik, olahraga tersebut juga mengajarkan pengendalian diri dan akhlak yang baik.
"Pencak silat bukan sekadar melatih kekuatan fisik, tetapi juga membentuk mental dan akhlakul karimah generasi muda kita," ujarnya.
Karena itu, Sanusi berharap IPSI Kabupaten Malang mampu memperluas pembinaan pencak silat hingga ke lingkungan sekolah. Menurutnya, semakin banyak generasi muda mengenal nilai-nilai luhur pencak silat, semakin besar pula peluang menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


