FV UB Latih Pengrajin Keramik Dinoyo Manfaatkan AI, Tingkatkan Pemasaran Digital
Fakultas Vokasi (FV) Universitas Brawijaya menggandeng Pemerintah Kota Malang melalui Kelurahan Dinoyo, dan Kementerian Komunikasi dan Digital melalui BLSDM Komdigi Surabaya menggelar pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan literasi digi
MALANG – Fakultas Vokasi (FV) Universitas Brawijaya (UB) menggandeng Pemerintah Kota Malang melalui Kelurahan Dinoyo, dan Kementerian Komunikasi dan Digital melalui BLSDM Komdigi Surabaya menggelar pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan literasi digital sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha dan pengrajin di Kelurahan Dinoyo, Kota Malang. Kegiatan tersebut digelar di SDN 4 Dinoyo.
Ketua Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FV UB, Dr. Sovia Rosalin, M.AB., menjelaskan bahwa kegiatan yang menyasar masyarakat Kampung Keramik Dinoyo tersebut berlangsung selama 24 hingga 25 Juni 2026, yang ditujukan untuk memanfaatkan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) sebagai sarana pemasaran yang efektif, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan perilaku konsumen.
“Ini adalah kegiatan memanfaatkan teknologi digital dan AI kepada masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pada hari pertama peserta belajar dan praktik langsung mengenai pemanfaatan AI dalam pemasaran digital yang meliputi pengenalan AI untuk pemasaran, riset pasar dan penyusunan buyer persona, pembuatan konten teks, gambar, dan video, optimasi kampanye, analisis data pemasaran, serta penyusunan rencana aksi digital.
Sementara itu, Sovia menjelaskan pada hari kedua masyarakat diajarkan terkait penguatan branding dan pemasaran digital bagi pengrajin Kampung Keramik Dinoyo.
Ia menjelaskan bahwa program ini disusun berdasarkan kebutuhan pengrajin yang masih menghadapi keterbatasan dalam diferensiasi produk, penguatan identitas merek, penyusunan katalog, dan pemanfaatan media digital.
“Untuk produk keramik selama ini masih banyak dipasarkan sebagai barang satuan, sehingga peluang untuk mengembangkannya menjadi paket hadiah bernilai tambah belum dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.
Selain itu, peserta juga diberikan pendampingan terkait pengembangan produk keramik menjadi paket hampers yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar, meliputi pemilihan produk keramik untuk isi hampers, menentukan target konsumen, penyusunan nama paket, perhitungan biaya dan harga jual minimal, pemilihan bahan kemasan, serta praktik menyusun prototipe hampers.
Tak hanya itu, Sovia menjelaskan terkait penyusunan standar operasional prosedur dan sistem pemesanan juga menjadi hal penting. Hal tersebut, lanjutnya, supaya pengrajin memiliki alur pelayanan yang lebih tertata, mulai dari penerimaan pertanyaan konsumen, pencatatan spesifikasi pesanan, konfirmasi harga dan pembayaran, proses produksi dan pengemasan, hingga pengiriman produk kepada pelanggan.
“Peserta juga diajarkan penyusunan standar operasional prosedur dan sistem pemesanan, juga diperkenalkan pada penggunaan WhatsApp sebagai saluran komunikasi dan penjualan,” imbuhnya.
Dalam pelatihan ini, Sovia menjelaskan bahwa program didorong untuk menghasilkan dua hingga tiga varian hampers keramik untuk segmen personal gift, souvenir, dan corporate gift, dilengkapi nama paket, identitas visual, foto produk, katalog estetik, serta materi promosi digital yang dapat digunakan melalui WhatsApp dan media sosial.
Menurutnya, penguatan pemasaran produk keramik tidak cukup hanya dilakukan dengan meningkatkan kualitas produksi. Pengrajin juga perlu memahami kebutuhan pasar, mengembangkan variasi produk, menentukan harga secara tepat, membangun identitas visual, dan memberikan pelayanan yang konsisten kepada pelanggan.
“Teknologi digital dan AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, sedangkan nilai budaya dan keunikan produk keramik Dinoyo tetap menjadi kekuatan utama yang perlu ditonjolkan,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Camat Lowokwaru, Ibu Siti Munaiyah, S.Sos., M.M.; Plt. Kepala BLSDM Komdigi Surabaya, Bapak Bagus Winarko, S.Kom., M.T.; perwakilan Lurah Dinoyo, Ibu Dita Ratisia, S.T., M.M.; perwakilan Plt. Kepala SD Negeri 4 Dinoyo, Ibu Musrini, S.Pd.; serta dosen Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, Dr. Sovia Rosalin, M.AB. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


