Advertisement
Pendidikan

30 Siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Mojokerto Diberangkatkan ke Kediri

Bupati Mojokerto Gus Barra memberangkatkan 30 siswa Sekolah Rakyat kelas VII SMP untuk dititipkan di Kediri sembari menunggu pembangunan gedung permanen.

TIMES Indonesia,
30 Siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Mojokerto Diberangkatkan ke Kediri
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra pada saat memberangkatkan 30 peserta didik baru Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027 ke Kediri. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
A-AA+

MOJOKERTO Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa memberangkatkan 30 peserta didik baru Sekolah Rakyat jenjang kelas VII SMP untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Bupati yang akrab disapa Gus Barra ini berharap agar para generasi penerus bangsa yang diberangkatkan tersebut dapat menyerap ilmu dan pengalaman semaksimal mungkin.

Hal itu disampaikannya dalam acara pelepasan dan pemberangkatan rombongan siswa beserta keluarga pendamping yang berlangsung khidmat di Pendopo Graha Maja Tama, Kabupaten Mojokerto, Selasa (14/7/2026).

Advertisement

“Selamat menempuh perjalanan, selamat belajar, jaga kesehatan, jaga nama baik keluarga, sekolah, dan Kabupaten Mojokerto. Raihlah prestasi setinggi-tingginya sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” ujar Gus Barra.

Sebanyak 30 siswa asal Kabupaten Mojokerto tersebut untuk sementara waktu akan dititipkan dan mengenyam pendidikan berasrama di Sekolah Rakyat Kota Kediri. Langkah ini diambil karena gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto masih dalam proses usulan pembangunan, setelah sebelumnya sukses menjalankan pilot project rintisan 1A di SMP Negeri 15 Ngadek.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto, Tri Raharjo Murdianto mengungkapkan bahwa pembatasan kuota ini menyesuaikan dengan regulasi pemerintah pusat.

"Sesuai dengan arah surat yang kami terima dari Kementerian Sosial, kami Pemerintah Kabupaten Mojokerto mendapat kuota sebanyak 30 peserta didik untuk jenjang SMP, yaitu kelas VII SMP," ujar Tri Raharjo.

Tri Raharjo menambahkan bahwa seluruh peserta didik yang terpilih telah melalui proses rekrutmen ketat melalui aplikasi 'Setara' yang disinkronisasikan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Sinkronisasi ini dimaksudkan agar program tepat sasaran bagi warga yang benar-benar tidak mampu.

Advertisement

Ia juga memastikan bahwa para siswa nantinya akan kembali ke daerah asal setelah fasilitas di tingkat daerah siap digunakan.

“Jika Sekolah Rakyat yang ada di Kabupaten Mojokerto sudah terbangun, sekalian menginformasikan ke keluarga, jadi nanti yang dititipkan di Kediri ini akan ditarik kembali ke Sekolah Rakyat yang sudah permanen di Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya.

Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program prioritas Presiden RI, Pemerintah Kabupaten Mojokerto memfasilitasi seluruh akomodasi keberangkatan. Para siswa dan satu orang perwakilan keluarga yang mendampingi difasilitasi bus transportasi gratis dari Dinas Perhubungan (Dishub) hingga ke Kota Kediri. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Thaoqid Nur Hidayat
PenulisThaoqid Nur HidayatSarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Jombang. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2022. Meliput berbagai topik meliputi lifestyle, pariwisata, hukum, lingkungan, dan isu ketidaksetaraan dalam ekonomi, sosial, dan politik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia