Advertisement
Pendidikan

Tak Ada Kekerasan, Begini Serunya Anak-Anak Disabilitas di Pacitan Ikuti Masa Orientasi Sekolah

MPLS Ramah di SLB YKK Pacitan menghadirkan orientasi ceria dan inklusif bagi anak disabilitas, tanpa kekerasan, fokus bangun kepercayaan diri sejak hari pertama.

TIMES Indonesia,
Tak Ada Kekerasan, Begini Serunya Anak-Anak Disabilitas di Pacitan Ikuti Masa Orientasi Sekolah
MPLS hari ke-3 di SLB YKK Pacitan. (FOTO: SLB for TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Kesan seram dan kaku pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sama sekali tidak terlihat di Sekolah Luar Biasa (SLB) YKK Pacitan.

Tahun ini, anak-anak disabilitas di sekolah tersebut mengikuti masa orientasi dengan penuh keceriaan dan tanpa kekerasan.
Pihak sekolah sengaja mengusung konsep "MPLS Ramah" yang inklusif, menyenangkan, serta bebas dari aksi perundungan (bullying).

Advertisement

Guru SLB YKK Pacitan, Erlin Mardaline, menyebutkan bahwa pelaksanaan orientasi ini mengacu penuh pada regulasi resmi.

"Ada juknis (petunjuk teknis) dari provinsi tentang MPLS RAMAH," ujar Erlin saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).

Konsep ramah anak ini dikemas khusus selama lima hari berturut-turut pada minggu pertama masuk sekolah.

Uniknya, materi orientasi disesuaikan dengan keragaman karakteristik siswa, baik tunarungu, tunanetra, tunagrahita, tunadaksa, maupun autis.

Bukan disuruh membawa atribut aneh, anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) ini justru diajak melakukan aktivitas seru.

Advertisement

Mulai dari berkeliling mengenal lingkungan sekolah, berinteraksi ramah antarteman, hingga pembiasaan pola makan sehat bersama.

Skema ini sengaja diterapkan agar para siswa baru bisa langsung membangun kepercayaan diri mereka sejak hari pertama sekolah.

Di sisi lain, Erlin membeberkan total murid baru yang masuk tahun ini terbagi dalam beberapa tingkatan.

"Untuk murid baru SDLB ada 5 anak, SMPLB 7 anak, dan SMALB sebanyak 8 anak," urainya.

Meski berlangsung seru dan penuh tawa, Erlin mengakui jumlah pendaftar tahun ini mengalami dinamika yang berbeda.

"Sepertinya tahun ini ada penurunan peserta didik baru," pungkasnya.

Kendati jumlah siswa baru mengalami penyusutan dibanding tahun lalu, hal itu tidak mengurangi antusiasme sekolah untuk menyambut para pahlawan cilik ini dengan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia