Advertisement
Pendidikan

MPLS di Jakarta Utara Diisi Materi Kesehatan Mental dan Praktik Mengelola Emosi

Sudin PPAPP Jakarta Utara menggelar edukasi kesehatan mental dan pencegahan kekerasan secara serentak bagi siswa baru selama masa MPLS untuk menekan angka perundungan.

TIMES Indonesia,
MPLS di Jakarta Utara Diisi Materi Kesehatan Mental dan Praktik Mengelola Emosi
Ilustrasi. Pentingnya menjaga kesehatan mental. (Foto: Freepik)
A-AA+

JAKARTA Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Kota Jakarta Utara menekankan bahwa menjaga kesehatan mental remaja merupakan langkah krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Guna mewujudkan hal tersebut, materi mengenai kesehatan mental kini diintegrasikan ke dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.

Kepala Seksi Perlindungan Anak Sudin PPAPP Jakarta Utara, Nurjanah, menjelaskan bahwa edukasi ini dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman komprehensif terkait kesehatan jiwa sekaligus sebagai upaya preventif terhadap tindak kekerasan di ranah pendidikan.

Advertisement

“Para siswa harus dibekali pemahaman mengenai pentingnya empati, komunikasi yang sehat, serta keberanian untuk saling mendukung dan melaporkan apabila terjadi tindakan kekerasan maupun perundungan,” kata Nurjanah di SMAN 72 Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Ia juga menambahkan komitmen instansinya untuk memperluas jangkauan program ini. “Kami ingin gerakan pencegahan ini dilakukan secara lebih masif,” kata dia.

Melalui program ini, Nurjanah berharap para pelajar dapat lebih peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri, mampu menjadi pendengar yang baik bagi sesama teman, serta menjalin relasi pertemanan yang positif. Langkah ini diharapkan dapat memutus rantai kekerasan di sekolah sejak dini.

Sebelumnya, Sudin PPAPP Jakarta Utara telah menginisiasi sosialisasi pencegahan kekerasan anak dan kesehatan mental remaja ini di enam wilayah kecamatan di Jakarta Utara selama periode MPLS.

“Edukasi ini bertujuan untuk memperkuat edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental remaja,” kata Nurjanah.

Advertisement

Agenda sosialisasi tersebut dilangsungkan serentak pada 13–17 Juli 2026. Sasarannya mencakup seluruh siswa baru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, baik di sekolah negeri maupun swasta.

"Tahun ini fokus utama kami adalah kesehatan mental remaja yang memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah," kata dia.

Program ini pun mendapat respons positif dari para peserta. Putri Adinda (14), seorang siswi kelas X-C SMAN 72 Jakarta, mengungkapkan kegembiraannya setelah mengikuti sesi praktik butterfly hug (pelukan kupu-kupu), sebuah teknik sederhana untuk meredakan kecemasan dan mengenali emosi diri.

"Kami belajar cara mengelola emosi, pentingnya empati, serta mengetahui ke mana harus mencari bantuan jika membutuhkan pendampingan psikolog. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan," kata dia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia