Advertisement
Pendidikan

Selangkah Lagi, STAIMA Al Hikam Malang Menjadi IAI KH Ahmad Hasyim Muzadi

Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly (STAIMA) Al-Hikam Malang sebentar lagi akan bertransformasi menjadi Institut Agama Islam (IAI) IAI KH Ahmad Hasyim Muzadi.

TIMES Indonesia,
Selangkah Lagi, STAIMA Al Hikam Malang Menjadi IAI KH Ahmad Hasyim Muzadi
Kick Off Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Auditorium Lantai 2 STAIMA, Rabu (15/7/2026). (Foto: Edy Hayatullah/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly (STAIMA) Al-Hikam Malang sebentar lagi akan bertransformasi menjadi Institut Agama Islam (IAI) IAI KH Ahmad Hasyim Muzadi. Langkah itu dimulai dari Kick Off Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Auditorium Lantai 2 STAIMA, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri Ketua STAIMA, jajaran pimpinan, pejabat struktural, serta ketua program studi tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan arah pengembangan institusi. Penjaminan mutu ditegaskan bukan sekadar tanggung jawab unit tertentu, melainkan komitmen bersama yang harus hadir dalam setiap proses akademik, layanan, dan pengambilan kebijakan.

Advertisement

Kick off ini merupakan bagian dari rangkaian lanjutan persiapan perubahan bentuk STAIMA menjadi Institut Agama Islam KH Ahmad Hasyim Muzadi. Transformasi tersebut tidak berhenti pada perubahan status nomenklatur kelembagaan, tetapi juga mencakup penguatan sistem akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, profesionalitas tata kelola, serta pembangunan budaya mutu yang berkelanjutan.

Ketua STAIMA Al Hikam Malang, Dr. Laily Abida, M.Psi., Psikolog, dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi ini harus terus bergerak, bertumbuh, dan memperluas kontribusinya bagi masyarakat.

“STAIMA tidak boleh berhenti pada capaian hari ini. Perguruan tinggi ini harus terus tumbuh, berkembang, dan menghadirkan manfaat yang semakin luas. Kampus ini merupakan bagian dari peninggalan dan perjuangan K.H. Ahmad Hasyim Muzadi. Tanggung jawab kita bukan hanya menjaganya, tetapi juga membesarkannya menjadi institusi pendidikan tinggi yang kuat, unggul, dan bermartabat,” ujarnya.

Menurut Laily, warisan K.H. Ahmad Hasyim Muzadi tidak cukup dipahami sebagai nama besar atau peninggalan fisik semata. Warisan tersebut harus diterjemahkan menjadi tradisi akademik yang kuat, pengembangan keilmuan, moderasi beragama, kepemimpinan berintegritas, serta pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi umat dan bangsa.

“Transformasi menjadi institut harus menjadi transformasi kualitas, bukan sekadar perubahan nama. Amanah besar K.H. Ahmad Hasyim Muzadi harus diwujudkan melalui tata kelola yang profesional, mutu akademik yang terukur, serta lulusan yang berkarakter dan relevan dengan tantangan zaman,” tegasnya.

Advertisement

Implementasi SPMI menjadi fondasi untuk memastikan setiap program studi dan unit kerja bergerak dalam standar mutu yang sama. Kurikulum, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, layanan kemahasiswaan, hingga pengelolaan kelembagaan harus direncanakan, dievaluasi, dikendalikan, dan ditingkatkan secara konsisten.

Dalam kerangka tersebut, mutu tidak boleh berhenti pada dokumen administratif. Mutu harus hadir di ruang kelas, dalam kualitas layanan, produktivitas dosen, pendampingan mahasiswa, penguatan profil lulusan, serta kemampuan institusi merespons kebutuhan masyarakat.

Kick Off Implementasi SPMI juga menandai perubahan paradigma dari sekadar pemenuhan administrasi menuju pembentukan budaya mutu. Evaluasi ditempatkan sebagai instrumen untuk membaca capaian, memperbaiki kelemahan, dan memastikan pertumbuhan lembaga selalu diikuti peningkatan kualitas.

Melalui langkah ini, STAIMA menegaskan kesiapannya untuk naik kelas menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, terpercaya, dan diperhitungkan secara nasional. Transformasi menuju IAI K.H. Ahmad Hasyim Muzadi merupakan ikhtiar besar untuk menjaga warisan, memperkuat mutu, dan menyiapkan masa depan pendidikan Islam. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia