Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1 Jalur RPL untuk Guru di Natuna
Kemendikdasmen memfasilitasi beasiswa S1 skema RPL dan program PPG gratis bagi guru di Natuna guna meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di wilayah perbatasan.
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia meluncurkan program beasiswa sarjana (S1) bagi para guru di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mendongkrak kualitas dan kompetensi tenaga pendidik di wilayah perbatasan.
Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Kepulauan Riau, Yuli Rianawati, mengimbau para guru di Natuna untuk memaksimalkan peluang emas ini demi memenuhi kualifikasi akademik yang dipersyaratkan oleh negara.
Yuli memaparkan bahwa program beasiswa ini mengadopsi skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Dengan metode tersebut, masa perkuliahan yang dijalani para guru akan jauh lebih singkat daripada program sarjana reguler pada umumnya.
Melalui RPL, pengalaman mengajar dan kompetensi yang telah dimiliki para guru selama bertahun-tahun akan dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). Hal ini membuat mereka tidak perlu memulai perkuliahan dari awal.
Berdasarkan data yang dihimpun, urgensi peningkatan kualifikasi ini cukup tinggi. Di Kabupaten Natuna, tercatat masih ada 114 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta 34 guru tingkat SD dan SMP yang belum mengantongi ijazah S1.
"Guru tidak perlu menempuh pendidikan selama empat tahun, tetapi cukup dua hingga empat semester," ujar Yuli di Natuna, Rabu.
Setelah sukses menyelesaikan studi S1 lewat jalur cepat ini, para guru nantinya akan diarahkan untuk langsung mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sementara itu, bagi tenaga pendidik yang memang sudah bergelar sarjana, mereka dapat langsung mendaftarkan diri pada program PPG tahun 2026 ini.
Yuli juga memastikan bahwa seluruh operasional dan biaya pendidikan untuk program RPL maupun PPG sepenuhnya disubsidi oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, para peserta tidak perlu mencemaskan masalah finansial dan dapat berkonsentrasi penuh pada proses belajar.
Hingga kini, tercatat sudah ada 63 guru di Natuna yang masuk dalam daftar pendataan dan siap mengikuti program PPG pada gelombang pelaksanaan tahun ini.
"Program PPG dilaksanakan secara daring sehingga guru tetap dapat mengajar tanpa meninggalkan kelas," pungkas Yuli. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


