Advertisement
Pendidikan

Parade Pengembangan Diri MPLS, Peserta Ikuti Mitigasi Kebencanaan

Hari keempat rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026/2027 di Kabupaten Malang diisi pengenalan berbagai kegiatan pengembangan bagi murid baru, Kamis (16/7/2026).

TIMES Indonesia,
Parade Pengembangan Diri MPLS, Peserta Ikuti Mitigasi Kebencanaan
Seorang murid baru MPLS di SMPN 5 Kepanjen didampingi personel Damkar Kabupaten Malang, saat simulasi pemadaman api, Kamis (16/7/2026). (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Hari keempat rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026/2027 di Kabupaten Malang diisi pengenalan berbagai kegiatan pengembangan bagi murid baru, Kamis (16/7/2026).

Pengenalan kegiatan pengembangan diri siswa ini salah satunya, banyak diisi memperkuat bakat dan karakter siswa dengan pelatihan mitigasi kedaruratan.

Advertisement

Di SMP Negeri 5 Kepanjen misalnya, mengadakan Parade Pengembangan Diri sekaligus dirangkai simulasi untuk memberikan pengalaman berbeda murid. Yakni, terntang mitigasi bencana dan evakuasi keselamatan. 

Narasumber yang dihadirkan memberikan pelatihan langsung dari Tim Damkar Kabupaten Malang, dilaksanakan oleh tiga orang personel.

"Selain membahas pencegahan kebakaran, dalam simulasi kebencanaan juga diberikan cara memadamkan api. Personel tim Damkar langsung praktik dengan cekatan memberikan contoh pemadaman. Anak-anak sangat antusias mengikutinya," demikian A. Chumaidillah, Waka Kesiswaan SMPN 5 Kepanjen.

BPBD Kabupaten Malang Edukasi Sadar Bencana 
Agar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah lebih berdampak nyata, sejumlah sekolah di Kabupaten Malang juga berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Malang, untuk membekali siswa baru dengan pengetahuan kebencanaan.
Edukasi sadar bencana ini menyasar murid baru mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Materi yang diberikan, mencakup pengenalan budaya sadar bencana dan kesiapsiagaan sejak dini.
Selama masa MPLS 13 sampai 17 Juli 2026, tim BPBD Kabupaten Malang menyambangi sejumlah sekolah di berbagai wilayah, mulai Kepanjen, Tumpang, Pakisaji, Bululawang, Pagak, Kalipare, juga Wonosari.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengatakan, pembekalan ini penting agar generasi muda tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga siap menghadapi bencana.
"Kita ingin menyiapkan generasi muda yang tangguh, tanggap, dan tangkas menghadapi bencana. Dengan mengenalkan sejak awal masa sekolah, diharapkan siswa punya pengetahuan dasar untuk melindungi diri dan lingkungannya," ujar Purwoto.
Melalui program ini, BPBD Kabupaten Malang berharap budaya sadar bencana dapat tertanam sejak dini sehingga mampu meminimalkan risiko saat terjadi bencana. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia