Advertisement
Pendidikan

UIN Malang Targetkan 22 Prodi Terakreditasi Internasional

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menargetkan 22 program studi (prodi) untuk mengikuti akreditasi internasional Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).

TIMES Indonesia,
UIN Malang Targetkan 22 Prodi Terakreditasi Internasional
Jajaran pimpinan UIN Malang dalam kegiatan Awareness Akreditasi Internasional ACQUIN. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menargetkan 22 program studi (prodi) untuk mengikuti akreditasi internasional Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Rencana ini diawali dengan menggelar kegiatan Awareness Akreditasi Internasional ACQUIN, Kamis (16/7/2026). 

Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (AAKK) UIN Malang, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M mengatakan bahwa rencana tersebut akan dibagi menjadi dua klaster utama, yaitu Pedagogical Sciences and Religious Training dan Islamic Law, Islamic Economics Studies, and Applied Sciences.

Advertisement

“Untuk rencana akreditasi tersebut akan dibagi menjadi dua klaster utama,” jelasnya. 

Kabiro AAKK UIN Malang, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
Kabiro AAKK UIN Malang, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

Klaster pertama bertema Pedagogical Sciences and Religious Training yang mencakup 11 prodi di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, baik jenjang sarjana maupun magister.

Adapun klaster kedua mengusung tema Islamic Law, Islamic Economics Studies, and Applied Sciences, yang melibatkan program studi dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Syariah, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Program Pascasarjana.

Lanjutnya, pengelompokan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi, menyelaraskan rumpun keilmuan, serta memudahkan penyusunan dokumen dan komitmen menuju akreditasi internasional. 

“Harapannya melalui ini menghasilkan persamaan pemahaman mengenai standar FIBAA, pemetaan kesiapan setiap prodi, hingga pembagian peran yang jelas ,” tegasnya. 

Advertisement

Ita mengatakan bahwa akreditasi internasional bukan sekadar penyusunan dokumen, tetapi sebagai instrumen penguatan mutu akademik secara berkelanjutan. 

Peserta kegiatan awarness akreditasi UIN Malang. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
Peserta kegiatan awarness akreditasi UIN Malang. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

Selaras dengan hal tersebut, Wakil Rektor I UIN Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D mengatakan bahwa langkah akreditasi ini menjadi pijakan peningkatan kualitas pembelajaran, pelayanan, dan kegiatan di UIN Maliki Malang

“Jangan sampai kita mengharapkan level akreditasi tapi pelayanan kualitas kita tidak berkembang dan meningkat,” tambahnya dalam sambutan. 

Lanjutnya, ia mengingatkan seluruh program studi agar menyiapkan dokumen akreditasi secara sistematis dan berbasis data. Penyusunan dokumen, lanjutnya, harus tetap mengedepankan integritas akademik.

“Dokumen yang disusun harus benar-benar berbasis data. Jangan sampai normalisasi data dilakukan secara berlebihan hingga mencederai marwah institusi,” tegasnya.

Terakhir, Bisri menegaskan bahwa akreditasi internasional merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh sivitas akademika UIN Maliki Malang. 

“Perlu saya tegaskan bahwa ini bukan tanggung jawab satu dua orang saja, tetapi collective responsibility seluruh sivitas akademika,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia