Berawal Kebiasaan di Kelas, Hafiz Qur’an Asal Gresik Juara di Ajang Internasional
Noor Annisa, siswi MINU Trate Gresik, raih juara II MHQ Sunan Drajat International Fest berkat ketekunan menghafal 30 juz dan pembiasaan tahfidz di sekolah serta rumah.
GRESIK – Berawal dari kebiasaan menyetorkan hafalan Al-Qur’an di kelas, Noor Annisa Qurrota’ Aini, pelajar asal Gresik, berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih juara II cabang Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) pada ajang Sunan Drajat International Fest.
Siswi kelas VI tersebut berhasil mengungguli ribuan peserta dari berbagai berbagai di Indonesia bahkan peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara.
Pada ajang itu, sebanyak 4.800 peserta mengikuti seleksi hingga akhirnya tersaring menjadi 54 finalis terbaik yang tampil pada babak grand final.
Annisa mengaku bersyukur atas prestasi yang diraihnya. Meski sempat merasa grogi saat tampil di hadapan dewan juri, ia mampu menyelesaikan penampilannya.
“Alhamdulillah senang bisa mendapat juara. Awalnya sempat grogi, tapi saya berusaha tetap tenang,” ujarnya pada Sabtu (18/7/2026).
Putri kedua dari pasangan Taufiq Arafat dan Mafulah, itu mengaku mulai menghafal Al-Qur’an sejak usia tujuh tahun dan konsisten belajar di TPQ.
Kemampuan Anissa semakin baik ketika ia menempuh pendidikan di Kelas Tahfidz MINU Trate, bahkan telah menyelesaikan hafalan 30 Juz. “Kemampuanya semakin terasah ketika pembiasaan ngaji di sekolah,” kata Mafulah, sang ibu.
Sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak, Annisa telah aktif mengikuti berbagai lomba keagamaan. Bakatnya dalam bidang tahfidz terus berkembang hingga mampu mengukir prestasi.
Mafulah mengatakan keberhasilan putrinya tidak lepas dari kedisiplinan menjaga hafalan setiap hari. Ia mendampingi Annisa melakukan murojaah secara rutin, terutama setelah salat Magrib dan Subuh.
“Setiap selesai Magrib dan Subuh kami murojaah minimal satu juz agar hafalannya tetap terjaga,” tuturnya.
Kepala MINU Trate Putri Gresik, Ainur Rahmah, mengaku bangga atas capaian siswinya. Menurutnya, prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mencintai Al-Qur’an.
“Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi teman-temannya untuk terus menjaga hafalan Al-Qur’an dan berusaha meraih prestasi yang lebih baik,” katanya.
Dia menjelaskan, MINU Trate Putri memiliki program pembiasaan keagamaan setiap hari, mulai dari salat Dhuha, pembacaan Asmaul Husna, hingga murojaah bersama.
Selain itu, sekolah juga membuka kelas tahfidz dengan alokasi pembelajaran sekitar delapan jam setiap pekan. Siswa di kelas tersebut ditargetkan memiliki hafalan.
“Di kelas khusus ini, siswa wajib hafalan minimal tiga juz,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Pendidikan Nahdlatul Ulama Trate Gresik, Elvi Wahyudi, berharap seluruh sekolah di bawah naungan yayasan terus memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
“Kami berharap seluruh sekolah di bawah naungan PPNUT terus memberikan yang terbaik, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik,”harapnya.
Menurut Yudi panggilan akrabnya, berbagai capaian yang diraih siswa dan sekolah harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas.
"Prestasi yang telah diraih hendaknya menjadi pemicu untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat karakter peserta didik, serta melahirkan lulusan yang membanggakan bagi orang tua, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama," tutupnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


