Shadiq Pasadigoe: Perundungan di Sekolah Bukan Kenakalan Biasa, Jangan Ada Korban Lagi
Anggota DPR RI M. Shadiq Pasadigoe minta perlindungan anak diperkuat, cegah perundungan di sekolah. MPLS dan MATAMUDA harus bangun persaudaraan, bukan intimidasi. Kasus MAN 3 Padang jadi pelajaran.
BUKIT TINGGI – PADANG - Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, M. Shadiq Pasadigoe, mengajak pemerintah dan seluruh elemen bangsa memperkuat perlindungan anak serta mencegah segala bentuk perundungan, kekerasan fisik maupun psikis, diskriminasi, dan tindakan yang merendahkan martabat peserta didik di lingkungan sekolah maupun madrasah.
Seruan ini disampaikan saat pelaksanaan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Sumatera Barat pada 17–19 Juli 2026. Menurutnya, momentum awal tahun ajaran baru harus menjadi titik balik membangun budaya pendidikan yang aman, ramah anak, berkarakter, serta menjunjung hukum dan hak asasi manusia.
Ia menegaskan kegiatan MPLS dan MATAMUDA seharusnya menjadi sarana menanamkan persaudaraan, rasa hormat, disiplin, dan gotong royong, bukan ruang bagi intimidasi.
"Saya mengajak kepala sekolah, guru, komite, orang tua, dan masyarakat memastikan tidak ada lagi praktik perundungan. Setiap anak berhak belajar dalam suasana yang aman dan penuh penghormatan," ujarnya di Padang pada Sabtu (18/07/2026).
Sebagai anggota Komisi yang membidangi hukum dan HAM, Shadiq menekankan perlindungan anak adalah amanat konstitusi. Hak atas pendidikan yang aman merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi negara dan penyelenggara pendidikan.
Ia mengingatkan perundungan bukan sekadar kenakalan biasa, karena dapat menimbulkan trauma, gangguan psikologis, hingga merusak masa depan anak. Oleh karena itu, pencegahan harus didahulukan melalui penguatan karakter, pengawasan, dan penegakan aturan yang berkeadilan.
Kasus yang terjadi di MAN 3 Padang dijadikannya pelajaran berharga. "Jangan sampai ada lagi anak menjadi korban. Setiap kejadian harus menjadi bahan evaluasi agar sekolah benar-benar menjadi tempat aman untuk tumbuh dan meraih cita-cita," tandasnya.
Ia juga mengajak Pemerintah Pusat, Pemprov Sumbar, pemerintah kabupaten/kota, serta kementerian terkait bersinergi memperkuat sistem perlindungan. Mulai dari pendidikan karakter, layanan konseling, pengawasan berkelanjutan, hingga mekanisme pelaporan yang melindungi korban.
Tantangan yang dihadapi anak semakin kompleks, sehingga sinergi keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah sangat diperlukan.
Dalam kesempatan itu, Shadiq juga menyampaikan rasa syukur karena melalui perjuangan Fraksi NasDem, sebanyak 857 siswa dan mahasiswa di daerah pemilihannya telah memperoleh beasiswa pendidikan.
Diharapkan bantuan ini membuka akses pendidikan yang lebih luas dan melahirkan generasi cerdas serta berintegritas.
Ia juga mengajak untuk menghidupkan kembali kearifan lokal Minangkabau sebagai pedoman: "Memintas sebelum hanyut, hati-hati dahan menghimpok, ranting mencucuk". Artinya, segala persoalan harus dicegah sejak dini sebelum menjadi musibah besar. "Melindungi anak-anak hari ini berarti menjaga masa depan bangsa Indonesia," pungkasnya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


