Advertisement
Pendidikan

Teknologi Filtrasi Adaptif Portabel Jamin Pasokan Air Bersih di Ponpes Darul Amin Palangka Raya

ITSNUKA memasang alat filtrasi adaptif portabel di Ponpes Darul Amin Palangka Raya. Inovasi ini membantu menyediakan air bersih yang lebih higienis untuk kebutuhan dapur dan sanitasi santri.

TIMES Indonesia,
Teknologi Filtrasi Adaptif Portabel Jamin Pasokan Air Bersih di Ponpes Darul Amin Palangka Raya
Santri Pondok Pesantren Darul Amin mendapat pelatihan langsung mengenai cara kerja dan perawatan alat filtrasi adaptif portabel dari Tim Teknik Industri ITSNUKA. Senin (20/7/2026). (Foto: Zailani/TIMES Indonesia)
A-AA+

PALANGKA RAYA Santri Pondok Pesantren Darul Amin, Jalan Yos Sudarso IX, Kota Palangka Raya, kini memiliki akses tambahan terhadap air bersih untuk kebutuhan dapur, menyusul terpasangnya alat rekayasa filtrasi adaptif portabel hasil karya kampus muda Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Kalimantan (ITSNUKA). Senin (20/7/2026).

‎Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Industri ITSNUKA menggelar sosialisasi sekaligus pelatihan penggunaan alat Filterasi Air tersebut kepada santri dan pengurus pondok.

Advertisement

‎Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang digagas Teknik Industri ITSNUKA, dengan dukungan pendanaan dari program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

‎ITSNUKA sendiri tergolong kampus muda di Kalimantan Tengah, baru genap berusia empat tahun. Teknik Industri menjadi program studi satu-satunya yang saat ini dapat ditemukan di kampus tersebut, menjadikan program pengabdian ini sebagai salah satu wujud nyata kontribusi awal ITSNUKA bagi masyarakat sekitar sejak usianya yang masih terbilang belia.

‎Ketua panitia sekaligus Dosen Teknik Industri ITSNUKA, Airways Parlindungan Siahaan, S.T., M.T., mengatakan alat ini sengaja dirancang portabel agar mudah dipindahkan sesuai kebutuhan pondok pesantren.>

‎"Harapan kami dari panitia, alat ini bisa berguna untuk penyaringan atau sanitasi dari pondok pesantren sendiri," tutur Airways di hadapan santri dan pengurus pondok.>

‎Dalam kegiatan itu, Airways didampingi oleh Sukardi, Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Palangka Raya, dan Abdurrahman, Dosen Program Studi Teknik Lingkungan ITSNUKA, serta tiga mahasiswa pendamping, yakni Muhammad Zailani, Mufti Hafidi, dan Yuyun Ayomi.

Advertisement

‎Menurut Airways, ini merupakan program pengabdian pertama yang digelar khusus di Kalimantan Tengah oleh ITSNUKA.

‎"Kami mencoba berperan aktif untuk bisa berdampak, seperti motto dari kementerian, berdampak untuk masyarakat," ujarnya.

‎Meski alat sudah terpasang dan siap dioperasikan, pemanfaatannya untuk saat ini difokuskan pada kebutuhan dapur pondok, bukan untuk air minum langsung.>

‎Dosen Teknik Industri itu menjelaskan, secara umum air tanah yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari berpotensi masih membawa bau dan belum sepenuhnya bersih sebelum melalui proses penyaringan.

‎"Air dari sumur biasanya itu kan air tanah. Tanah itu kan masih bau dan kurang terlalu bersih. Nah, itu melewati penyaringan, nanti masuk ke tandon stainless, baru disalurkan untuk membersihkan bahan makanan yang akan dimasak. Jadi lebih higienis," jelasnya.

‎Untuk kebutuhan air minum, kata Airways, pihaknya masih menunggu proses uji laboratorium sesuai standar BPOM sebelum bisa direkomendasikan secara resmi.

‎Sebelum sesi praktik di lokasi, santri terlebih dahulu dibekali materi yang bersifat fundamental mengenai syarat air bersih. Dengan gaya santai dan interaktif, tim pemateri mengajak santri berdiskusi soal pengalaman sehari-hari terkait air yang kurang higienis.

‎"Air yang bening itu ternyata belum tentu higienis, belum tentu sehat," demikian disampaikan dalam sesi tersebut, sembari menjelaskan tiga syarat air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 492 Tahun 2010, yaitu tidak berwarna dan tidak berbau secara fisik, bebas dari bahan kimia berbahaya, serta bebas dari kandungan biologis seperti bakteri E. coli, yang menurut baku mutu harus nihil per 100 mililiter air.

‎Dijelaskan pula bahwa metode penyaringan tradisional menggunakan kain atau pasir memang mampu menjernihkan air secara kasat mata, tapi tidak menjamin air tersebut bebas bakteri maupun zat kimia berbahaya.

‎Oleh karena itu, alat yang dipasang di Darul Amin dirancang berlapis, memadukan media pasir silika, batu zeolit, hingga karbon aktif dari arang cangkang kelapa sawit dan sekam padi untuk mengikat bakteri sekaligus memperbaiki rasa dan bau air. Filter ini idealnya dibersihkan atau diganti berkala setiap tiga hingga enam bulan sekali agar kinerja penyaringan tetap optimal.

‎Lebih lanjut, Airways memaparkan secara teknis cara kerja alat sekaligus memandu praktik langsung pada alat filter. Ia menjelaskan, air baku dari sumber bor terlebih dahulu melewati empat tahap penyaringan sebelum dialirkan ke tandon stainless steel, yakni melalui pre-filter untuk lumpur dan partikel kasar, filter sedimen berkarbon aktif untuk partikel halus, membran Reverse Osmosis (RO) untuk menyaring bakteri, virus, logam, dan zat kimia terlarut, serta post filter carbon untuk menghilangkan bau dan memperbaiki rasa air.

‎"Sebenarnya alat ini sudah setara dengan sistem yang dipakai depot air minum isi ulang, hanya saja dibuat portabel supaya lebih ringkas dan mudah dipindahkan," tambahnya.

‎Ia turut mengingatkan pentingnya aspek keselamatan mengingat alat menggunakan daya listrik yang berdekatan dengan air, sehingga sistem dilengkapi pengaman MCB untuk memutus arus otomatis bila terjadi korsleting. Ke depan, panitia berharap ada dua hingga tiga santri yang dilatih khusus sebagai operator sekaligus penanggung jawab perawatan alat.

‎Sementara itu, Sekretaris Yayasan Al-Amin Palangka Raya, Gafuri Rahman, yang mewakili pengurus Pondok Pesantren Darul Amin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran program pengabdian ini. 

‎"Sebagus apa pun nama sebuah universitas, tapi kalau bentuk nyata manfaatnya untuk masyarakat belum terlihat, itu belum cukup. Dengan adanya kegiatan ini, kami melihat ITSNUKA sudah memberikan manfaat yang sungguh besar," kata Gafuri.

‎Ia menyebut sekitar 230 santri Darul Amin akan merasakan manfaat langsung dari akses air bersih ini. Atas nama pengurus yayasan, ustaz-ustazah, serta seluruh santri dan santriwati, Gafuri menyampaikan apresiasi dan doa terbaik bagi tim Teknik Industri ITSNUKA.

‎Selain sesi sosialisasi dan pelatihan teknis, panitia turut menjaring umpan balik santri melalui evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Panitia juga merekam testimoni video santri sebagai dokumentasi, yang rencananya ditayangkan melalui kanal YouTube resmi Teknik Industri ITSNUKA.

‎Kegiatan ini turut disaksikan langsung oleh pihak MA/siswa di lingkungan Ponpes Darul Amin beserta unsur yayasan, yang juga mendapat pembekalan langsung mengenai tata cara perawatan dan pembersihan filter agar alat tetap bekerja optimal dalam jangka panjang.

‎Program pengabdian ini merupakan salah satu bentuk kiprah Program Studi Teknik Industri ITSNUKA yang berlokasi di Jalan RTA Milono Km. 3,5, tepatnya di Pusat Pendidikan (Pusdik NU) , Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisMuhammad Zailani Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia