Advertisement
Pendidikan

Gelar Konferensi Internasional ICLE Ke-5, Ketua STKIP PGRI Pacitan Tekankan Integritas Akademik di Era AI

Edisi ICLE kali ini menyoroti pentingnya menjaga etika, integritas, dan kejujuran ilmiah di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

TIMES Indonesia,
Gelar Konferensi Internasional ICLE Ke-5, Ketua STKIP PGRI Pacitan Tekankan Integritas Akademik di Era AI
Ketua STKIP PGRI Pacitan, Bakti Sutopo, M.A., saat membuka acara ICLE 2026. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau STKIP PGRI Pacitan resmi membuka gelaran The 5th International Conference on Learning and Education (ICLE) 2026 secara daring, Rabu (22/7/2026) pagi.

Konferensi internasional tahunan ini mengusung tema 'Reclaiming Academic Integrity: Restoring Research Reputation and Relevance in a Post-Trust Era'.

Advertisement

Edisi kali ini menyoroti pentingnya menjaga etika, integritas, dan kejujuran ilmiah di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Ketua STKIP PGRI Pacitan, Bakti Sutopo, M.A, menegaskan bahwa integritas akademik bukan sekadar persoalan administratif atau sekadar kepatuhan terhadap aturan formal kampus.

 "Integritas akademik merupakan dasar moral sekaligus dasar ilmiah dari seluruh aktivitas pendidikan dan penelitian," ujar Bakti Sutopo di hadapan ratusan peserta forum internasional tersebut.

Tantangan Plagiarisme hingga AI dalam Dunia Riset

Bakti mengungkapkan, perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) saat ini memberikan akses yang sangat cepat dan luas terhadap ilmu pengetahuan. 

Namun, di sisi lain, fenomena ini menghadirkan tantangan nyata bagi iklim akademik global.

Advertisement

Menurutnya, maraknya kasus plagiarisme, manipulasi data, fabrikasi hasil penelitian, hingga penyebaran informasi yang tidak terverifikasi menjadi ancaman mendasar terhadap reputasi riset.

"Membangun integritas akademik tidak cukup dilakukan hanya melalui aturan dan sanksi. Kita perlu membangun kesadaran, budaya, serta ekosistem akademik yang mendorong setiap individu bertanggung jawab atas proses dan hasil karya ilmiahnya," tegasnya.

Ia menambahkan, tinggi rendahnya reputasi perguruan tinggi pada akhirnya dibangun di atas kepercayaan (trust) publik. Masyarakat harus meyakini bahwa pengetahuan yang dihasilkan oleh akademi dapat dipertanggungjawabkan serta berdampak bagi kehidupan nyata.

Hadirkan Pembicara dari Lintas Negara

Konferensi internasional ini menghadirkan jajaran narasumber/pembicara utama (keynote speakers) bereputasi internasional, antara lain:
 
Prof. Yuli Rahmawati, MSc, PhD, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, Australia,    Fatima Aldajani, Ph.D. (University of Toledo, USA), dan Assoc. Prof. Saltanat Akimovna Meiramova (Academy of Pedagogical Sciences of the Republicof Kazakhstan)

Selain narasumber utama, forum ini diikuti oleh peneliti, dosen, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. 

Beberapa negara mitra yang terlibat di antaranya Malaysia, Filipina, dan Thailand, serta perwakilan kampus dalam negeri seperti Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) / Universitas Nusantara PGRI Kediri / Mpu Sindok Nganjuk, hingga Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Ketua LPPM STKIP PGRI Pacitan, Sugiyono, M.Pd., beserta jajaran panitia mendapat apresiasi khusus atas terselenggaranya ajang akademik internasional ini.

Melalui penyelenggaraan ICLE 2026, STKIP PGRI Pacitan berharap dapat memperkuat jejaring kolaborasi riset antarnegara serta meneguhkan kembali komitmen insan akademis dalam menjaga kejujuran ilmiah demi kemajuan ilmu pengetahuan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia