Advertisement
Pendidikan

Peneliti AS Ungkap Integritas Akademik Tak Lagi Cukup Sekadar Bebas Plagiarisme di Era Post-Truth

Menurut Fatima Aldajani, integritas dalam dunia penelitian modern mestinya diwujudkan secara nyata lewat hubungan yang adil, penuh tanggung jawab, serta menghormati komunitas yang menjadi bagian langsung dari proses riset itu sendiri.

TIMES Indonesia,
Peneliti AS Ungkap Integritas Akademik Tak Lagi Cukup Sekadar Bebas Plagiarisme di Era Post-Truth
Akademisi University of Toledo, USA, Fatima Aldajani, Ph.D., dalam The 5th International Conference on Learning and Education (ICLE) 2026 yang digelar secara daring oleh STKIP PGRI Pacitan, Rabu (22/7/2026). (Foto: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Integritas akademik di era post-truth kini tak lagi cukup dibatasi sebatas kepatuhan pada aturan etis atau sekadar bebas dari praktik plagiarisme.

Pesan tegas tersebut disampaikan oleh peneliti dan akademisi University of Toledo, USA, Fatima Aldajani, Ph.D., saat menjadi pembicara kunci dalam The 5th International Conference on Learning and Education (ICLE) 2026 yang digelar secara daring oleh STKIP PGRI Pacitan, Rabu (22/7/2026).

Advertisement

Di tengah merosotnya kepercayaan publik terhadap riset ilmiah, Fatima menilai sudah saatnya dunia akademis meredefinisi dan memahami kembali makna integritas secara lebih mendalam dan substantif.

Menurut Fatima, integritas dalam dunia penelitian modern mestinya diwujudkan secara nyata lewat hubungan yang adil, penuh tanggung jawab, serta menghormati komitator atau komunitas yang menjadi bagian langsung dari proses riset itu sendiri.

"Integritas tidak lagi cukup dimaknai sebagai kepatuhan terhadap aturan etik atau bebas dari plagiarisme, tetapi harus diwujudkan melalui hubungan yang adil, bertanggung jawab, serta menghormati komunitas yang menjadi bagian dari proses penelitian," ujar Fatima dalam paparan ilmiahnya.

Langkah ini dinilai krusial untuk mengembalikan reputasi, kredibilitas, dan relevansi riset akademik yang belakangan kerap dipertanyakan di era banjir informasi dan menurunnya kepercayaan publik.

Seminar internasional berfokus pada pemulihan reputasi dan relevansi riset tersebut diselenggarakan secara daring mulai pukul 08.00 WIB, dengan diikuti ratusan peserta dari pelbagai institusi yang dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia