Advertisement
Pendidikan

Disdikpora Cianjur Klarifikasi Sekolah Terisolasi yang Viral di Media Sosial

Video viral kelas jauh SDN Banyuasih dengan fasilitas minim menuai sorotan. Disdikpora Cianjur jelaskan lokasi terpencil dan janji pemenuhan fasilitas bertahap.

TIMES Indonesia,
Disdikpora Cianjur Klarifikasi Sekolah Terisolasi yang Viral di Media Sosial
Kegiatan belajar di Kelas Jauh SDN Banyuasih, Naringgul, Kabupaten Cianjur. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

CIANJUR Unggahan rekaman video mengenai fasilitas minim Kelas Jauh SDN Banyuasih di Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, menjadi sorotan luas di platform digital. 

Tayangan yang dibagikan oleh akun @CianjurTurunanKidul tersebut memperlihatkan sekitar 40 murid dari bermacam tingkatan kelas harus berbagi satu ruangan serta papan tulis secara bersamaan. 

Advertisement

Kemudian dalam hal ini pembuat rekaman mengekspresikan keprihatinannya atas keterbatasan sarana maupun tenaga pengajar di tempat tersebut.

Menanggapi kabar viral ini, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikpora Kabupaten Cianjur, Rifki Mohammad Ramdan, menegaskan bahwa bangunan tersebut merupakan fasilitas kelas jauh, bukan bangunan utama sekolah induk. 

"Layanan belajar terpisah ini didirikan atas permohonan warga demi memangkas jarak serta mengantisipasi bahaya bagi para murid," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Rabu (22/7/2026).

Rifki menuturkan, bahwa langkah pembukaan ruang belajar terpencil diambil murni demi keselamatan anak-anak. Saat ini tercatat ada 45 murid di kelas jauh dan 42 murid di sekolah utama.

Menurut penjelasannya, akses menuju sekolah induk sepanjang lima kilometer memakan waktu hampir satu jam dengan melintasi medan curam dan melangkahi arus sungai yang rawan banjir. 

Advertisement

Instansinya menyatakan bahwa tantangan geografis di kawasan Cianjur Selatan masih menjadi hambatan utama dalam meratakan akses pendidikan. 

"Kendati demikian, pemerintah telah mengucurkan dana perbaikan sarana melalui Dana Alokasi Khusus tahun 2023 untuk lokasi sekolah induk," tuturnya.

Lebih lanjut Rifki membeberkan, bahwa perhatian dari pemerintah daerah telah direalisasikan di sekolah induk untuk pembangunan ruang kelas, laboratorium, ruang kesehatan, hingga perpustakaan. 

"Walau pembenahan di lokasi kelas jauh masih menghadapi kendala, kami terus akan mengupayakan pemenuhan fasilitas bertahap menyesuaikan kapasitas anggaran wilayah," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum IAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia