Rektor UIN Malang Sebut Anak adalah Penentu Masa Depan Bangsa
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Prof. Ilfi Nur Diana menegaskan bahwa anak-anak adalah penentu masa depan bangsa.
MALANG – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Prof. Ilfi Nur Diana menegaskan bahwa anak-anak adalah penentu masa depan bangsa. Untuk itu, kualitas Indonesia pada masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana cara orang dewasa memperlakukan anak-anak saat ini.
“Anak-anak bukan hanya generasi penerus, tetapi juga penentu arah masa depan bangsa,” ujarnya dalam momentum Hari Anak Nasional, Kamis (22/7/2026).
Ia mengutip firman Allah dalam surah At-Tahrim (66) ayat 6 yang berbunyi:
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
Menurutnya, dalam perspektif islam, anak adalah amanah Allah SWT yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Berdasarkan ayat tersebut, Prof. Ilfi menegaskan bahwa orang tua, keluarga, pendidik, dan masyarakat memiliki kewajiban untuk memberikan pengasuhan, pendidikan, dan teladan terbaik kepada anak.
“Tugas-tugas tersebut bukan hanya memenuhi kebutuhan fisik mereka saja, tetapi membangun karakter, akhlak mulia, kecerdasan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Prof. Ilfi juga menyampaikan teladan Rasulullah SAW dalam memperlakukan anak-anak, sesuai dengan sabdanya yang berbunyi:
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak-anak.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)”
Ia mengatakan bahwa kasih sayang bukanlah bentuk kelemahan, tetapi fondasi utama dalam membangun generasi yang percaya diri, tangguh, dan berakhlak.
“Seorang anak yang tumbuh kembangnya dipenuhi dengan cinta, maka akan lebih mudah mengembangkan potensinya dan memiliki kepedulian kepada sesama,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa tantangan mengasuh anak di era digital seperti ini cukup kompleks, mulai dari paparan konten negatif, perundungan siber, hingga menurunnya kualitas interaksi dalam keluarga.
Prof. Ilfi pun mengajak keluarga, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem ramah anak yang adaptif dengan perkembangan zaman.
Terakhir, ia menegaskan kembali bahwa Hari Anak Nasional adalah momentum terbaik untuk membangun sumber daya manusia (SDM) bangsa. Lanjutnya, anak-anak membutuhkan ruang belajar yang aman, lingkungan yang sehat, pendidikan yang berkualitas, serta kesempatan yang setara untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya tanpa diskriminasi.
“Setiap senyuman yang kita jaga, setiap mimpi yang kita dukung, dan setiap potensi yang kita kembangkan adalah investasi besar bagi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


