MPLS Sekolah Rakyat Jombang Dipastikan Mulai 30 Juli
Persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang memasuki tahap akhir.
JOMBANG – Persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang memasuki tahap akhir. Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), progres pembangunan tujuh gedung prioritas beserta fasilitas pendukungnya dilaporkan telah mencapai 95 hingga 100 persen.
Kepastian tersebut mengemuka dalam rapat pleno Tim Transisi usai pelaksanaan verifikasi lapangan (verlap) di kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang, yang berlokasi di lahan eks-Terminal Barang Tunggorono, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Jumat (24/7/2026).
Rapat tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang, Kementerian Sosial (Kemensos), Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, hingga pimpinan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang.
Dari hasil evaluasi bersama, seluruh pihak sepakat bahwa MPLS akan mulai dilaksanakan pada 30 Juli 2026, sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Fasilitas yang diprioritaskan untuk mendukung kegiatan awal pembelajaran meliputi Gedung Sekolah Dasar (SD), Rusun Guru 1, Asrama Putri SMP, Asrama Putri SMA, Asrama Putra SMP, Asrama Putra SMA, Dapur Utama, serta Gedung Serbaguna.
Bangunan-bangunan tersebut dipastikan menjadi fokus penyelesaian agar dapat langsung digunakan saat para siswa mulai memasuki lingkungan sekolah dan asrama.
Meski sebagian besar pekerjaan fisik telah tuntas, sejumlah penyempurnaan masih terus dilakukan, terutama pada aspek keselamatan, kenyamanan, serta kelengkapan fasilitas pendukung.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, menegaskan sisa waktu menjelang MPLS harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan yang masih tersisa.
Menurutnya, kesiapan bangunan tidak hanya diukur dari rampungnya konstruksi, tetapi juga dari keamanan dan kenyamanan siswa yang akan tinggal di lingkungan asrama.
"Fokus utama kita adalah percepatan penyelesaian tujuh gedung prioritas dan gedung serbaguna agar benar-benar siap dimanfaatkan saat MPLS tanggal 30 Juli mendatang. Namun yang tak kalah penting adalah aspek keamanan dan kenyamanan siswa selama tinggal di asrama," tegas Agus Purnomo saat verifikasi lapangan.
Ia menambahkan, lingkungan asrama harus mampu memberikan rasa aman sejak hari pertama siswa menempati fasilitas tersebut.
"Kenyamanan para siswa sangat ditentukan oleh lingkungan asrama yang aman. Oleh karena itu, penerangan, fasilitas toilet, hingga pengamanan safety panel kelistrikan harus tuntas sempurna. Selain sarana fisik, kami menekankan agar pola asuh dari para wali asrama dan wali asuh dapat berjalan optimal sejak hari pertama anak-anak masuk," lanjutnya.
Dalam rapat pleno, tim mencatat bahwa jaringan utama penerangan dan instalasi air telah selesai dipasang serta terkoneksi dengan baik. Namun demikian, masih terdapat beberapa pekerjaan akhir yang harus dituntaskan sebelum kegiatan MPLS dimulai.
Di antaranya penyelesaian finishing toilet pada gedung sekolah dan asrama, pemasangan pengaman pada seluruh panel listrik, serta pengujian akhir sistem distribusi air dan jaringan penerangan di seluruh area prioritas.
Selain itu, sistem proteksi kebakaran utama disebut telah siap digunakan. Panitia kini tinggal menyelesaikan pemasangan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di masing-masing gedung sebagai bagian dari standar keselamatan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, memastikan seluruh pihak terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan setiap catatan hasil evaluasi dapat diselesaikan tepat waktu.
Menurutnya, sinergi antara Kemensos, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kabupaten Jombang, serta pihak kontraktor menjadi kunci agar seluruh fasilitas siap digunakan sesuai target. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


