Advertisement
Pendidikan

Wali Murid SDN Kauman 1 Kota Malang Tolak Menu MBG hingga Uji Lab Keluar, Imbas Siswa Keracunan

Sejumlah wali murid SDN Kauman 1 Kota Malang menolak sementara menu MBG usai dugaan keracunan siswa. Mereka memilih menunggu hasil uji laboratorium sebelum program dilanjutkan.

TIMES Indonesia,
Wali Murid SDN Kauman 1 Kota Malang Tolak Menu MBG hingga Uji Lab Keluar, Imbas Siswa Keracunan
Lapangan dalam SDN Kauman 1 Kota Malang. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Sejumlah wali murid dari SDN Kauman 1 Kota Malang bersepakat untuk menolak menu Makan Bergizi Gratis (MBG), usai anak-anaknya diduga keracunan menu MBG pada Rabu (22/7/2026) lalu.

Salah satu wali murid, Roki (bukan nama sebenarnya) menyatahan bahwa hingga saat ini para wali murid masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

Advertisement

“Kita masih nunggu hasil uji lab dulu. Setelah itu baru koordinasi dengan wali murid lainnya terkait langkah selanjutnya,” ujar Roki, Sabtu (25/7/2026).

Roki menegaskan dirinya bersama sejumlah wali murid memilih menolak anak-anak mengonsumsi makanan MBG terlebih dahulu sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diumumkan.

“Saya pribadi enggak akan makan dulu. Sebelum hasil uji lab benar-benar keluar. Daripada setengah hati,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kebijakan yang sebelumnya mewajibkan siswa menghabiskan makanan MBG sehingga banyak orang tua tidak lagi membekali anaknya makanan dari rumah.

“Kalau dulu kan harus dihabiskan. Kalau enggak habis disuruh bawa pulang. Akhirnya banyak anak enggak dibawakan bekal lagi dari rumah,” katanya.

Advertisement

Roki menduga kualitas makanan bisa saja menurun setelah masa libur sekolah, meski ia menegaskan hal tersebut masih sebatas dugaan dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kalau analisa saya mungkin setelah liburan, entah bumbunya atau penyimpanannya, jadi kurang fresh. Tapi itu masih dugaan, kita tunggu hasil uji lab,” tuturnya.

Ke depan, ia berharap pelaksanaan Program MBG lebih mengutamakan aspek kebersihan dan keamanan pangan. Ia juga mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap proses penyajian makanan serta melibatkan kantin sekolah agar standar higienitas tetap terjaga.

“Harapannya kebersihan benar-benar dijaga. Penyajian makanan harus sesuai standar, dan kalau bisa kantin sekolah juga dilibatkan agar kualitas makanan untuk anak-anak tetap terjamin,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan siswa SDN Kauman 1 Kota Malang diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi menu MBG.

Hal ini terjadi setelah anak Roki mengeluh menu MBG yang tak enak dimakan, yakni menu telur pada Selasa (21/7/2026). Kemudian, pada Rabu (22/7/2026) menu ikan yang dibagikan menunjukkan bau amis dan tak layak konsumsi. Karena diwajibkan untuk dimakan, para siswa memakan menu tersebut.

Setelah itu, anak Roki mengaku mual hingga muntah. Bahkan, sakit cukup parah hingga harus diperiksa oleh dokter.

Dispangtan Kota Malang juga membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya menyerahkan sampel ke Dinkes Kota Malang untuk dilakukan uji laboratorium yang rencananya hasil akan keluar pada Senin (27/7/2026) mendatang.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia